Bermodal Sepeda Bekas, SMK di Kota Malang Mampu Membuat Sepeda Listrik
Senin, 14 Desember 2020 - 11:08 WIB
loading...
Pelajar SMK Nasional Kota Malang, berhasil membuat sepeda listrik dengan memanfaatkan sepeda bekas. Foto/iNews TV/Deni Irwansyah
A
A
A
MALANG - Mahalnya harga sepeda , serta sulitnya mencari perusahaan untuk praktik kerja lapangan (PKL) di masa pandemi COVID-19. Membuat SMK Nasional Kota Malang , tidak patah arang.
(Baca juga: 6 Pengawal Habib Rizieq Tewas Ditembak, Aktivis Jabar: Tak Perlu Dibentuk TPF )
SMK Nasional Kota Malang , membuat kelompok kerja yang melibatkan siswa dan guru memproduksi sepeda elektrik berbahan sepeda bekas. Sepeda elektrik karya smk ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 60 km/jam selama enam jam, dan hanya membutuhkan waktu isi ulang baterei dua jam. Harganya pun jauh lebih murah, yakni sekitar Rp4 juta.
Kelompok kerja SMK Nasional Kota Malang tersebut, berhasil membuat empat sepeda elektrik . Masing-masing sepeda elektrik ini adalah sepeda bekas yang di modifikasi menjadi sepeda elektrik , dan dipoles ulang sehingga terlihat seperti baru.
Empat sepeda elektrik ini tipenya berbeda-beda. Mulai tipe sepeda mini, sepeda lipat, sepeda gunung, hingga sepeda bersuspensi. "Gagasan ini muncul saat pandemi COVID-19. Para siswa kesulitan mencari tempat PKL, karena banyak perusahaan tutup dan mengurangi karyawan," ujar Kepala SMK Nasional Kota Malang, M. Taufik.
(Baca juga: 6 Pengawal Habib Rizieq Tewas Ditembak, Aktivis Jabar: Tak Perlu Dibentuk TPF )
SMK Nasional Kota Malang , membuat kelompok kerja yang melibatkan siswa dan guru memproduksi sepeda elektrik berbahan sepeda bekas. Sepeda elektrik karya smk ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 60 km/jam selama enam jam, dan hanya membutuhkan waktu isi ulang baterei dua jam. Harganya pun jauh lebih murah, yakni sekitar Rp4 juta.
Kelompok kerja SMK Nasional Kota Malang tersebut, berhasil membuat empat sepeda elektrik . Masing-masing sepeda elektrik ini adalah sepeda bekas yang di modifikasi menjadi sepeda elektrik , dan dipoles ulang sehingga terlihat seperti baru.
Empat sepeda elektrik ini tipenya berbeda-beda. Mulai tipe sepeda mini, sepeda lipat, sepeda gunung, hingga sepeda bersuspensi. "Gagasan ini muncul saat pandemi COVID-19. Para siswa kesulitan mencari tempat PKL, karena banyak perusahaan tutup dan mengurangi karyawan," ujar Kepala SMK Nasional Kota Malang, M. Taufik.
Lihat Juga :