Perolehan Suara 2 Paslon di Pilkada Sumbawa Bersaing Ketat, Bawaslu Beri Atensi
Minggu, 13 Desember 2020 - 15:20 WIB
loading...
Bawaslu mengingatkan para penyelenggara pemilu di Pilkada Kabupaten Sumbawa, NTB untuk bersikap profesional, independen dalam melakukan rekapitulasi suara. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisioner Bawaslu , Rahmat Bagja mengingatkan para penyelenggara pemilu di Pilkada Kabupaten Sumbawa , Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bersikap profesional, independen dalam melakukan rekapitulasi suara. Dengan selisih perolehan suara yang sangat tipis bisa menimbulkan potensi intervensi terhadap perhitungan suara.
Bawaslu meminta agar KPUD dan Bawaslu setempat untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterima. “Kita akan mengawasi penuh itu. Jangan mudah diintervensi sama orang lain,” kata Rahmat kepada wartawan, dikutip Minggu (13/12/2020).
(Baca juga: Petugas KPPS Coblos Dua Kali di TPS, KPU Blora Gelar PSU)
Perhitungan suara di Sumbawa, lanjut dia, sudah mendapatkan perhatian dari Bawaslu sejak awal. Bahkan, kata Rahmat, sempat ada beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa yang mendapatkan atensi khusus dari Bawaslu setempat. “Iya tetap diproses, bahkan atensi oleh Bawaslu Sumbawa," katanya.
(Baca juga: Klaim Menang, Ketua KPU Arif Budiman Minta Paslon Tunggu Hasil Penetapan KPU dan Patuhi Prokes)
Berdasarkan data Sirekap KPU sementara, pada Sabtu (12/12/2020) sore dua paslon bersaing ketat. Paslon nomor urut 5, Syarafuddin Jarot dan Mokhlis (Jarot-Mokhlis) sementara unggul dengan 25%. Sementara paslon Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi) menguntit dengan 24,5%.
Terpisah, Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, jika ada laporan kesalahan data dalam rekapituliasi suara, maka keberatan atau laporan-laporan bisa langsung dikoreksi di KPU setempat dengan mekanisme yang ada.
Bawaslu meminta agar KPUD dan Bawaslu setempat untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterima. “Kita akan mengawasi penuh itu. Jangan mudah diintervensi sama orang lain,” kata Rahmat kepada wartawan, dikutip Minggu (13/12/2020).
(Baca juga: Petugas KPPS Coblos Dua Kali di TPS, KPU Blora Gelar PSU)
Perhitungan suara di Sumbawa, lanjut dia, sudah mendapatkan perhatian dari Bawaslu sejak awal. Bahkan, kata Rahmat, sempat ada beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa yang mendapatkan atensi khusus dari Bawaslu setempat. “Iya tetap diproses, bahkan atensi oleh Bawaslu Sumbawa," katanya.
(Baca juga: Klaim Menang, Ketua KPU Arif Budiman Minta Paslon Tunggu Hasil Penetapan KPU dan Patuhi Prokes)
Berdasarkan data Sirekap KPU sementara, pada Sabtu (12/12/2020) sore dua paslon bersaing ketat. Paslon nomor urut 5, Syarafuddin Jarot dan Mokhlis (Jarot-Mokhlis) sementara unggul dengan 25%. Sementara paslon Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi) menguntit dengan 24,5%.
Terpisah, Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, jika ada laporan kesalahan data dalam rekapituliasi suara, maka keberatan atau laporan-laporan bisa langsung dikoreksi di KPU setempat dengan mekanisme yang ada.
Lihat Juga :