Jembatan Bolong yang Angker hingga Rokok Penolak Murka
Sabtu, 12 Desember 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
“Dulu waktu masih muda, saya sering bolak-balik dari Polewali ke Mamuju menggunakan sepeda motor, setiap saya lewat di Jembatan Bolong pasti saya singgah, entah itu malam atau siang. Saya singgah merokok dan pasti simpan sebagian rokok di jembatan. Kata orang tua untuk berbagi sama penunggunya agar tidak murka,” tutur dia kepada SINDONews.
Dia pun menyakini itu, sehingga setiap melewati jembatan tersebut, dia merasa tenang dan tidak ada gangguan seperti kebanyakan cerita orang. Namun demikian, dia menyebutkan bahwa mistis dan mahluk halus itu benar adanya dan perlu diyakini keberadaannya. (Baca Juga: Monumen Kresek, Saksi Sejarah Peristiwa Madiun)
Sofyan pun menyarankan agar setiap orang yang ingin melewati jembatan itu, meski kini telah berubah bentuk dan bergeser dari tempat awalnya pascarenovasi, agar pengendara motor maupun mobil untuk membunyikan klaksonnya sebagai isyarat.
Cerita berbeda namun penuh mistis disampaikan sopir angkutan kota dalam provinsi, tujuan Majene-Palu, Zulfikar (28). Dia mengaku sering dikagetkan dengan sosok berkelebat di depan bahkan samping mobilnya saat melewati Jembatan Bolong.
“Saya kalau lewat malam di Jembatan Bolong kadang was-was karena kadang tiba-tiba ada seperti orang di depan mobil, setelah berhenti ternyata sudah tidak ada. Biasanya kalau kita tidak permisi lewat, pasti kelihatan,” tuturnya. (Baca Juga: Kisah Kali Gowang, Ki Ageng Giring Menahan Diri Tak Dapat Wahyu Keraton Mataram)
Dia pun menyakini itu, sehingga setiap melewati jembatan tersebut, dia merasa tenang dan tidak ada gangguan seperti kebanyakan cerita orang. Namun demikian, dia menyebutkan bahwa mistis dan mahluk halus itu benar adanya dan perlu diyakini keberadaannya. (Baca Juga: Monumen Kresek, Saksi Sejarah Peristiwa Madiun)
Sofyan pun menyarankan agar setiap orang yang ingin melewati jembatan itu, meski kini telah berubah bentuk dan bergeser dari tempat awalnya pascarenovasi, agar pengendara motor maupun mobil untuk membunyikan klaksonnya sebagai isyarat.

Cerita berbeda namun penuh mistis disampaikan sopir angkutan kota dalam provinsi, tujuan Majene-Palu, Zulfikar (28). Dia mengaku sering dikagetkan dengan sosok berkelebat di depan bahkan samping mobilnya saat melewati Jembatan Bolong.
“Saya kalau lewat malam di Jembatan Bolong kadang was-was karena kadang tiba-tiba ada seperti orang di depan mobil, setelah berhenti ternyata sudah tidak ada. Biasanya kalau kita tidak permisi lewat, pasti kelihatan,” tuturnya. (Baca Juga: Kisah Kali Gowang, Ki Ageng Giring Menahan Diri Tak Dapat Wahyu Keraton Mataram)
Lihat Juga :