Bantu Atasi Gangguan Mental, Pelajar di Jabar Ciptakan Aplikasi Antidepresi
Jum'at, 11 Desember 2020 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
"Karena kami membuatnya di tegah tengah pandemi, sulit untuk komunikasi, sulit untuk menyatukan pemikiran. Tapi, setelah ada kelonggaran, kita bertemu dan bertukar pikiran, tapi tentu kita juga terapkan protokol kesehatan," terangnya.
Ananda melanjutkan, proses pembuatan aplikasi Plong membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari membuat konsep hingga menerjemahkannya ke dalam wujud visual sejak Juli 2020. Kini, kata Ananda, aplikasi tersebut telah memasuki tahap penyempurnaan, agar bisa digunakan masyarakat lewat sistem Android. "Aplikasi Plong diharapkan bisa membantu mereka yang mengalami gangguan mental dengan cara efektif karena menggunakan HP (handphone). Jadi bisa diakses dimana pun dan kapan pun," ujarnya. (Baca: Selisih Paham di Jalan Raya, Pengendara Motor Gigit Telinga Kondektur Bus).
Aplikasi Plong memiliki beberapa fitur, di antaranya konseling, meditasi, relaksasi, jurnal bersyukur, serta artikel kesehatan mental. Bahkan, pihak sekolah yang mendukung penuh karya anak didiknya itu bekerja sama dengan tenaga medis Rumah Sakit Jiwa Cisarua, KBB dalam pengembangan aplikasi itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar, Dedi Supandi mengatakan, lahirnya inovasi di tengah pandemi tersebut menjadi pelajaran berharga. Pasalnya, di tengah pandemi, berbagai aktivitas dibatasi, termasuk KBM tatap muka di sekolah.
"Informasi dan telekomunikasi bukan lagi menjadi sebuah tawaran, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Dengan pandemi ini, kita berharap, pola pembelajaran itu tidak harus berbicara dengan daring, tapi bagaimana menyampaikan pola kemampuan atau pengetahuan yang didapatkan dalam konteks yang faktual," ujar Dedi. (Baca: 2 Nelayan Mentawai Dilaporkan Hilang saat Melaut).
Dedi pun mengapresiasi inovasi kedua pelajar SMAN 1 Cisarua yang mampu memanfaatkan waktu di tengah pandemi COVID-19 dengan menghadirkan aplikasi Plong yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pihaknya pun berkomitmen terus mendorong berbagai inovasi yang dilahirkan para pelajar di Jabar. "Tentunya, kondisi ini harus kita dorong. Penyederhanaan kurikulum di tengah pandemi lebih pada upaya agar sekolah mendorong siswanya untuk berinovasi, sehingga muncul inovasi-inovasi yang bermanfaat," pungkasnya.
Ananda melanjutkan, proses pembuatan aplikasi Plong membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari membuat konsep hingga menerjemahkannya ke dalam wujud visual sejak Juli 2020. Kini, kata Ananda, aplikasi tersebut telah memasuki tahap penyempurnaan, agar bisa digunakan masyarakat lewat sistem Android. "Aplikasi Plong diharapkan bisa membantu mereka yang mengalami gangguan mental dengan cara efektif karena menggunakan HP (handphone). Jadi bisa diakses dimana pun dan kapan pun," ujarnya. (Baca: Selisih Paham di Jalan Raya, Pengendara Motor Gigit Telinga Kondektur Bus).
Aplikasi Plong memiliki beberapa fitur, di antaranya konseling, meditasi, relaksasi, jurnal bersyukur, serta artikel kesehatan mental. Bahkan, pihak sekolah yang mendukung penuh karya anak didiknya itu bekerja sama dengan tenaga medis Rumah Sakit Jiwa Cisarua, KBB dalam pengembangan aplikasi itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar, Dedi Supandi mengatakan, lahirnya inovasi di tengah pandemi tersebut menjadi pelajaran berharga. Pasalnya, di tengah pandemi, berbagai aktivitas dibatasi, termasuk KBM tatap muka di sekolah.
"Informasi dan telekomunikasi bukan lagi menjadi sebuah tawaran, tapi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Dengan pandemi ini, kita berharap, pola pembelajaran itu tidak harus berbicara dengan daring, tapi bagaimana menyampaikan pola kemampuan atau pengetahuan yang didapatkan dalam konteks yang faktual," ujar Dedi. (Baca: 2 Nelayan Mentawai Dilaporkan Hilang saat Melaut).
Dedi pun mengapresiasi inovasi kedua pelajar SMAN 1 Cisarua yang mampu memanfaatkan waktu di tengah pandemi COVID-19 dengan menghadirkan aplikasi Plong yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pihaknya pun berkomitmen terus mendorong berbagai inovasi yang dilahirkan para pelajar di Jabar. "Tentunya, kondisi ini harus kita dorong. Penyederhanaan kurikulum di tengah pandemi lebih pada upaya agar sekolah mendorong siswanya untuk berinovasi, sehingga muncul inovasi-inovasi yang bermanfaat," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :