Bersihkan Sungai, Pemkot Bandung Bakal Gunakan Eco Enzym
Jum'at, 11 Desember 2020 - 13:47 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
BANDUNG - Pemkot Bandung bakal menggunakan metode eco enzym untuk membantu mengatasi masalah lingkungan di Kota Bandung. Metode ini nantinya salah satunya akan diaplikasikan membersihkan sungai.
Eco enzym merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi campuran antara sampah organik berupa sayuran atau buah-buahan dengan molase atau gula tebu bisa juga aren. Semua diproses dalam wadah plastik selama beberapa bulan.
Program ini digerakkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, bersama relawan dari komunitas dan kewilayahan.
Namun, karena melalui proses yang panjang pemanfaatan cairan eco enzym tersebut baru bisa dimulai awal Februari 2021 mendatang.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap, metode tersebut bisa menjadi satu konsep baru yang membantu menyelesaikan sampah organik di Kota Bandung.
Pemkot Bandung akan mendorong hal tersebut jika dapat membantu persoalan sampah di Kota Bandung.
"Karena ini digerakkan oleh komunitas, pemerintah tentunya harus ikut mendorong. Mudah-mudahan dapat membantu sekian persen permasalahan sampah organik di Kota Bandung," kata Yana.
Eco enzym merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi campuran antara sampah organik berupa sayuran atau buah-buahan dengan molase atau gula tebu bisa juga aren. Semua diproses dalam wadah plastik selama beberapa bulan.
Program ini digerakkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, bersama relawan dari komunitas dan kewilayahan.
Namun, karena melalui proses yang panjang pemanfaatan cairan eco enzym tersebut baru bisa dimulai awal Februari 2021 mendatang.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap, metode tersebut bisa menjadi satu konsep baru yang membantu menyelesaikan sampah organik di Kota Bandung.
Pemkot Bandung akan mendorong hal tersebut jika dapat membantu persoalan sampah di Kota Bandung.
"Karena ini digerakkan oleh komunitas, pemerintah tentunya harus ikut mendorong. Mudah-mudahan dapat membantu sekian persen permasalahan sampah organik di Kota Bandung," kata Yana.
Lihat Juga :