Akui Kemenangan Dadang-Syahrul, Sikap Gentleman Lord Atep Tuai Pujian
Jum'at, 11 Desember 2020 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Cucun juga mengatakan, langkah Atep yang telah menyampaikan selamat dan dukungan kepada Bedas sebagai wujud karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi adat ketimuran.
"Apalagi, orang Sunda terkenal someah (ramah), harus diwujudkan seperti itu," katanya.
Namun, di balik ucapan selamat dan dukungan dari Atep, pihak tim pemenangan Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi yang merupakan pesaing Bedas lainnya juga mengklaim sebagai pemenang Pilbup Bandung 2020.
Menanggapi hal tersebut, Cucun menegaskan bahwa klaim kemenangan harus didukung dengan data. Dia menyebutkan, Bedas menang di 30 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Bedas, kata Cucun, hanya kalah tipis di Kecamatan Rancabali.
"Pilkada ini sebuah pertarungan politik. Sekarang bicara quick count, kami juga punya basic data real count. Tidak ada satu tim pun juga yang tak punya tabulasi," ujar Cucun.
(Baca juga: Selama Pandemi COVID-19, Angka Pengangguran di Cimahi Naik 5 Persen)
Jadi, kata Cucun, sah-sah saja mengklaim kemenangan jika didukung dengan data yang lengkap. Sebaliknya, mengklaim kemenangan tanpa data, menurutnya justru hanya akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
"Apalagi, orang Sunda terkenal someah (ramah), harus diwujudkan seperti itu," katanya.
Namun, di balik ucapan selamat dan dukungan dari Atep, pihak tim pemenangan Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi yang merupakan pesaing Bedas lainnya juga mengklaim sebagai pemenang Pilbup Bandung 2020.
Menanggapi hal tersebut, Cucun menegaskan bahwa klaim kemenangan harus didukung dengan data. Dia menyebutkan, Bedas menang di 30 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Bedas, kata Cucun, hanya kalah tipis di Kecamatan Rancabali.
"Pilkada ini sebuah pertarungan politik. Sekarang bicara quick count, kami juga punya basic data real count. Tidak ada satu tim pun juga yang tak punya tabulasi," ujar Cucun.
(Baca juga: Selama Pandemi COVID-19, Angka Pengangguran di Cimahi Naik 5 Persen)
Jadi, kata Cucun, sah-sah saja mengklaim kemenangan jika didukung dengan data yang lengkap. Sebaliknya, mengklaim kemenangan tanpa data, menurutnya justru hanya akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Lihat Juga :