Begini Kronologis Pengadangan Mobil Habib Rizieq di Tol versi FPI
Senin, 07 Desember 2020 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Oknum tak berseragam itu, kata dia, berusaha memotong jalan mobil rombongan dan mulai menyetop. Akhirnya mobil pengawal Habib Rizieq langsung bereaksi dan melindungi Imam Besar. Disitulah terjadi gesekan.
"Kita tidak sebut, karena kita tidak tahu dia petugas resmi atau bukan karena dia tidak berseragam berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan. Para pengawal tentu saja bereaksi untuk melindungi Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Itu reaksi normal karena mereka memang bertugas untuk mengawal," ucap Munarman.
"Yang mengawal HRS ini empat mobil, dua mobil terus mengawal HRS menuju tempat pengajian, yang dua yang berusaha diadang OTK ini. Kemudian terjadi upaya penangkapan itu dan ada sekali penembakan di tahap awal itu mengenai satu laskar. Satu laskar inilah yang voice notenya sampai ke tim yang lain mobil satunya, mobil satunya segera menyelematkan diri, karena ada tembakan," tambahnya.
Dia menegaskan tidak ada tembak menembak. Pasalnya, anggota Laskar FPI tidak memiliki atau tidak dibekali senjata api. Yang ada kata dia hanyalah penembakan terhadap anggota Laskar FPI. (Baca: 6 Jenazah Laskar FPI yang Ditembak Ada di RS Polri Kramat Jati)
"Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut! Jadi fitnah dan ini fitnah luar biasa dan pemutar balikan falta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan. Kalau betul itu, itu coba dicek, nomor register senjata apinya, pelurunya itu semua tercatat. Cek saja. Silakan dicek. Pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap. Jadi bohong! Bohong sama sekali!" tegas Munarman.
"Kita tidak sebut, karena kita tidak tahu dia petugas resmi atau bukan karena dia tidak berseragam berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan. Para pengawal tentu saja bereaksi untuk melindungi Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Itu reaksi normal karena mereka memang bertugas untuk mengawal," ucap Munarman.
"Yang mengawal HRS ini empat mobil, dua mobil terus mengawal HRS menuju tempat pengajian, yang dua yang berusaha diadang OTK ini. Kemudian terjadi upaya penangkapan itu dan ada sekali penembakan di tahap awal itu mengenai satu laskar. Satu laskar inilah yang voice notenya sampai ke tim yang lain mobil satunya, mobil satunya segera menyelematkan diri, karena ada tembakan," tambahnya.
Dia menegaskan tidak ada tembak menembak. Pasalnya, anggota Laskar FPI tidak memiliki atau tidak dibekali senjata api. Yang ada kata dia hanyalah penembakan terhadap anggota Laskar FPI. (Baca: 6 Jenazah Laskar FPI yang Ditembak Ada di RS Polri Kramat Jati)
"Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut! Jadi fitnah dan ini fitnah luar biasa dan pemutar balikan falta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan. Kalau betul itu, itu coba dicek, nomor register senjata apinya, pelurunya itu semua tercatat. Cek saja. Silakan dicek. Pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap. Jadi bohong! Bohong sama sekali!" tegas Munarman.
(hab)
Lihat Juga :