Pilbup Bandung, LSI Beberkan Kekuatan Tiga Paslon Jelang Hari Pencoblosan

Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:26 WIB
loading...
Pilbup Bandung, LSI...
Tiga paslon cakada Pilkada Kabupaten Bandung 2020 menunjukkan nomor urutnya masing-masing pascapengundian nomor urut di Hotel Sutan Raja,
A A A
BANDUNG - Beberapa hari jelang pemungutan suara pemilihan bupati (Pilbup) Bandung, lembaga survei ternama, Lingkaran Survei Indonesia ( LSI) Denny JA membeberkan kekuatan tiga pasangan calon (paslon) kepala daerah yang tengah bertarung di ajang pesta demokrasi lima tahunan itu.

Diketahui, Ajang Pilbup Bandung 2020 diikuti oleh tiga paslon, yakni paslon nomor urut 1 Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi, paslon nomor urut 2 Yena Iskandar Ma'soem-Atep Rizal, dan paslon nomor urut 3 Dadang Supriatna-Syahrul Gunawan.

Peneliti senior LSI Denny JA, Toto Izzul Fatah menerangkan, melalui survei terbaru menjelang hari pencoblosan, 9 Desember mendatang, pihaknya berupaya mengungkap peta kekuatan masing-masing paslon.

(Baca juga: Bawaslu Kerahkan 38.000 Personel Awasi Pilkada Serentak di Jabar )

Survei digelar lewat metodelogi standar, yakni multistage random sampling melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanuak 1.050 orang responden dan margin of error 3,1 persen yang digelar pada periode 30 November sampai 1 Desember 2020 lalu.

Menurut Toto, berdasarkan hasil survei terakhir tersebut, pihaknya mendapati fakta survei bahwa paslon nomor urut 3 Dadang-Syahrul mengungguli dua paslon lainnya dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) mencapai 45,7 persen. Sedangkan dua paslon lainnya, yakni Nia-Usman dan Yena-Atep masing-masing meraih dukungan 28,2 persen dan 14,0 persen.

Menurut Toto, mengacu pada hasil survei terbarunya itu, pihaknya tidak menemukan pergerakan elektabilitas yang berarti dibandingkan survei yang digelar sebelumnya. Diketahui, pada survei dua pekan sebelumnya, LSI Denny JA juga membeberkan fakta survei bahwa Dadang-Syahrul meraih elektabilitas 45,9 persen disusul Nia Usman 28,9 persen, dan Yena-Atep 13,4 persen.

"Tidak ada pergerakan elektabilitas yang dinamis karena semua kandidat dalam posisi dukungan yang relatif stabil," ungkap Toto dalam keterangan resminya, Sabtu (5/12/2020).

(Baca juga: Ramai-ramai Tolak Surat Risma, Warga: Maaf Pilihan Kita Berbeda )

Menurut Toto, berdasarkan pengalaman pihaknya yang telah melakukan ratusan kali survei, posisi elektabilitas dengan selisih di atas 15 persen dalam H-7 jelang pencoblosan biasanya tidak pernah mengubah posisi urutan pemenang.

Adapun dinamika yang mungkin terjadi, kata Toto, yakni selisih perolehan suara yang lebih mendekati urutan di atasnya. Misalnya, Nia-Usman yang naik dengan elektabilitas di atas 30 persen. Meski begitu, kenaikan tersebut tak akan mampu menyalip karena elektabilitas paslon di urutan teratasnya terlampau besar.

"Hanya tsunami politik dan money politic yang biasanya mengubah drastis posisi elektabilitas seperti itu, tapi tidak mudah bagi dua kompetitor Dadang-Syahrul untuk membuat isu besar seperti itu," katanya.

Toto menjelaskan, seperti rumus yang berlaku pada tsunami politik, yakni seberapa besar mayoritas publik tahu dan seberapa mayoritas publik percaya, money politics pun tak akan banyak memberi efek signifikan jika tidak dilakukan secara masif.

"Bahkan, alih-alih ingin mendongkrak suara, yang terjadi malah didiskualifikasi. Dengan kata lain, sebaiknya semua kandidat berpikir ulang untuk melakukan praktik money politics. Sebab, selain akan merusak tatanan demokrasi, juga berpotensi pidana serta paslonnya bisa terkena diskualifikasi," tegasnya.

Lebih lanjut Toto mengatakan, berdasarkan temuan data terbaru LSI Network Denny JA, beberapa faktor penting yang membuat elektabilitas Dadang-Syahrul konsisten di posisi teratas dikarenakan paslon yang mengusung jargon Bedas itu memiliki dukungan yang relatif merata.

"Dukungan terhadap Dadang-Syahrul relatif merata di semua segmen demografis baik gender, suku, agama, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, usia, profesi, pemilih partai, pemilih ormas dan bahkan dukungan setiap zona dapil," bebernya.

Selain itu, dalam simulasi personal, elektabilitas Dadang Supriatna juga relatif aman di posisi 40 persenan. Bedanya, pasangan Bedas ini mendapat suntikan elektabilitas yang cukup besar dari calon wakilnya yang juga aktor terkenal, Syahrul Gunawan mencapai 48,9 persen. Adapun Usman Sayogi hanya 16,3 persen dan Atep Rizal 20,0 persen.

"Kenaikan elektabilitas pasangan Bedas juga terjadi pada pemilih yang berkategori strong supporter, dari sebelumnya 24,5 persen menjadi 29,5 persen. Ini artinya, pasangan Bedas sudah punya bekal suara militan 29,5 persen yang tak akan berubah sampai hari H pencoblosan. Bandingkan dengan modal suara militan pasangan Kurnia-Usman yang hanya 19,6 persen dan Yena-Atep hanya 8,5 persen," katanya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kang Cucun Tinjau Program...
Kang Cucun Tinjau Program BSPS di Kabupaten Bandung, Soroti Kendala Lahan BUMN
Irma dan Jejak Pemberdayaan...
Irma dan Jejak Pemberdayaan Disabilitas melalui PNM Mekaar di Bandung
Sisihkan Penghasilan...
Sisihkan Penghasilan untuk Bantu Rakyat, Ahmad Najib Gelar PANsar Murah di Bandung
Kapolda Jabar Bantu...
Kapolda Jabar Bantu 30 Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bandung
Kemenag Tinjau Lokasi...
Kemenag Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Anjasari Kabupaten Bandung
Transformasi lewat Olahraga,...
Transformasi lewat Olahraga, SnackVideo Tutup Musim Perdana Program Desa Sejahtera
Survei LSI Denny JA:...
Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Tidak Percaya DPRD,...
Tidak Percaya DPRD, Mayoritas Responden Survei LSI Denny JA Ingin Pilkada Langsung
Survei LSI Denny JA:...
Survei LSI Denny JA: Soeharto Presiden yang Paling Disukai Masyarakat
Rekomendasi
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved