Usia 45 ke Bawah Boleh Bekerja Kembali Seperti Pertaruhan Nyawa

loading...
Usia 45 ke Bawah Boleh Bekerja Kembali Seperti Pertaruhan Nyawa
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Rencana pemerintah yang mengizinkan warga berusia di bawah 45 tahun untuk bekerja kembali mendapat reaksi keras dari kalangan buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak kebijakan itu karena sesuai dengan protokol WHO mengenai pencegahan Corona yang harus dilakukan adalah menghindari berkerumun.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, saat ini saja ketika pemerintah membuat kelonggaran di area yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), banyak buruh yang terinfeksi dan kemudian meninggal. ( Baca:Nasib THR Swasta, Penuh...Cicil...Penuh...Cicil...Pen..Eh Ditunda )

Berdasarkan catatan KSPI, sudah ada buruh yang meninggal karena diduga corona. Misalnya, dua orang di PT PEMI Tangerang (status PDP), satu orang di PT Denso dan 8 lain diberitakan positif, 1 orang di PT Yamaha Music, dan 2 orang buruh PT Sampoerna dikabarkan meninggal dan puluhan yang lain positif.

"Jadi, sikap pemerintah yang memperbolehkan bekerja kembali sama saja mempertaruhkan nyawa buruh di tengah pandemi Corona," kata Said Iqbal.



Mengenai kebutuhan buruh selama tidak bekerja, menurut Said Iqbal, konstitusi sudah mengamanatkan agar negara memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak pandemi. Hal ini bisa dilihat dalam UU Karantina, UU Kesehatan, dan bahkan ada pemberian stimulus yang sudah dianggarkan untuk pencegahan Corona.

"Karena itu, KSPI menolak kebijakan masyarakat yang berusia di bawah 45 tahun kembali bekerja. Sebaliknya, kami meminta agar pabrik-pabrik yang saat ini masih bekerja segera diliburkan dengan tetap membayar upah dan THR (tunjangan hari raya) secara penuh," pintanya.
(ihs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top