Bertahun-tahun Mangkrak, Wali Kota Bima Perbaiki Semua Fasilitas Penunjang PAD
Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan Lutfi, beberapa kendaraan alat berat yang rusak parah diantaranya, Stoom atau Fibro yang telah mangkrak sejak tahun 2016, Wheel Loader mengalami kerusakan sejak tahun 2007 dan Motor Grader rusak pada tahun 2008. Tiga unit alat berat milik Pemkot Bima ini diperbaiki hanya sekitar Rp500 juta, dengan anggaran pemeliharaan tahun 2019 dan anggaran pemeliharaan tahun 2020.
Upaya perbaikan fasilitas yang dimiliki Pemkot Bima ini, mengingat anggaran defisit ditengah wabah pandemi yang melanda. Sehingga sadar tak memiliki banyak anggaran untuk pengadaan baru, Wali Kota memiliki inisiatif untuk memperbaiki dengan dana yang cukup ketimbang harus membeli (pengadaan) yang baru.
"Semua fasilitas milik Pemkot yang rusak kenapa harus diperbaiki pada saat sekarang ini, tujuannya tak lain yakni mengantisipasi adanya lokasi rawan longsor seperti di jalan lintas Melayu-Kolo. Selain itu, alat berat juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bima untuk membuka jalan tani serta keperluan lainnya yang mendesak dan penting," terangnya.
(Baca juga: Tak Ingin Malu, Ketua Golkar DIY Gembleng Kader untuk Kemenangan Sunaryanta )
Diakui Lutfi, melalui Kepala Workshop PUPR Kota Bima , Rizal Afriansyah, tiga alat berat tersebut mampu teratasi dengan baik dan siap dioperasikan kapan saja dibutuhkan. Selain tiga unit alat berat, dua dumtruk yang lama rusak kini telah bisa diopesionalkan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Setelah semua fasilitas yang rusak telah diperbaiki, maka PAD Kota Bima dipastikan akan lebih meningkat,"ungkapnya.
Upaya perbaikan fasilitas yang dimiliki Pemkot Bima ini, mengingat anggaran defisit ditengah wabah pandemi yang melanda. Sehingga sadar tak memiliki banyak anggaran untuk pengadaan baru, Wali Kota memiliki inisiatif untuk memperbaiki dengan dana yang cukup ketimbang harus membeli (pengadaan) yang baru.
"Semua fasilitas milik Pemkot yang rusak kenapa harus diperbaiki pada saat sekarang ini, tujuannya tak lain yakni mengantisipasi adanya lokasi rawan longsor seperti di jalan lintas Melayu-Kolo. Selain itu, alat berat juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bima untuk membuka jalan tani serta keperluan lainnya yang mendesak dan penting," terangnya.
(Baca juga: Tak Ingin Malu, Ketua Golkar DIY Gembleng Kader untuk Kemenangan Sunaryanta )
Diakui Lutfi, melalui Kepala Workshop PUPR Kota Bima , Rizal Afriansyah, tiga alat berat tersebut mampu teratasi dengan baik dan siap dioperasikan kapan saja dibutuhkan. Selain tiga unit alat berat, dua dumtruk yang lama rusak kini telah bisa diopesionalkan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Setelah semua fasilitas yang rusak telah diperbaiki, maka PAD Kota Bima dipastikan akan lebih meningkat,"ungkapnya.
Lihat Juga :