Kampanye Terakhir, Anir-Lutfi Bertekad Kembalikan Kejayaan Pangkep
Sabtu, 05 Desember 2020 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
"Izinkan Anir-Lutfi mengembalikan kejayaan Pangkep. Izinkan Anir-Lutfi membuka lapangan kerja bagi pemuda-pemudi, sehingga tidak ada lagi yang merantau jauh. Titipkan semangat kalian kepada kami dan akan kami buat kalian bermakna bagi kampung halaman," ujar ujar Anir yang juga politisi Gerindra tersebut disambut warga.
Dirinya menjelaskan, awalnya sangat berat untuk memilih maju di Pilkada Pangkep dan merasakan kelemahan yang luar biasa, termasuk mengangkat masyarakat dari kemiskinan.
"Saya kuat karena kita semua. Saya dan Pak Lutfi bukan siapa-siapa. Kami hanya bagian kecil dari keluarga, mohon dukungan untuk Anir-Lutfi ," kata Anir.
Anir menuturkan, dirinya merasakan dorongan yang kuat untuk bisa ikut berperan dalam Pilkada ini, karena banyaknya masyarakat yang memerlukan bantuan dan uluran tangan.
Baca Juga: Polda Sulsel Gandeng Pomdam Usut Dugaan Pengeroyokan TNI di Pangkep
"Bagi saya bukan sesuatu yang mudah untuk mengambil keputusan. Bagi saya amanah itu bukan sesuatu yang mudah untuk diemban. Namun saya dan Pak Lutfi bertekad menghapuskan kesedihan mereka yang tiap hari makan dari belas kasihan, rumah yang tidak layak dan kemelaratan hidup," jelasnya.
Dirinya menjelaskan, awalnya sangat berat untuk memilih maju di Pilkada Pangkep dan merasakan kelemahan yang luar biasa, termasuk mengangkat masyarakat dari kemiskinan.
"Saya kuat karena kita semua. Saya dan Pak Lutfi bukan siapa-siapa. Kami hanya bagian kecil dari keluarga, mohon dukungan untuk Anir-Lutfi ," kata Anir.
Anir menuturkan, dirinya merasakan dorongan yang kuat untuk bisa ikut berperan dalam Pilkada ini, karena banyaknya masyarakat yang memerlukan bantuan dan uluran tangan.
Baca Juga: Polda Sulsel Gandeng Pomdam Usut Dugaan Pengeroyokan TNI di Pangkep
"Bagi saya bukan sesuatu yang mudah untuk mengambil keputusan. Bagi saya amanah itu bukan sesuatu yang mudah untuk diemban. Namun saya dan Pak Lutfi bertekad menghapuskan kesedihan mereka yang tiap hari makan dari belas kasihan, rumah yang tidak layak dan kemelaratan hidup," jelasnya.
Lihat Juga :