Anak-anak Bosan Belajar di Rumah? Jangan Kawatir Kini Ada Happy Patch
Kamis, 03 Desember 2020 - 03:35 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, Happy Patch sendiri terinspirasi dari permainan ular tangga yang terdiri dari satu set papan permainan, buku panduan, pion, papan evaluasi, serta kartu tantangan. Mereka yang mendapat kartu tantangan harus menjawab soal-soal terkait pelajaran. Selain itu, permainan ini juga memberikan mekanisme evaluasi yang mampu menilai seberapa berhasil intervensi yang telah dilakukan.
"Tujuannya agar learning engagement anak sekolah bisa meningkat, serta tentunya meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan lawan main atau keluarga," sahut Amithya, salah satu anggota tim lainnya.
(Baca juga: Solo Gempar, Mobil Mewah Milik Bos Perusahaan Tekstil Ditembaki Secara Brutal )
Dalam prosesnya, mereka menghadapi beberapa tantangan khususnya pada teknis pelaksanaan lomba serta proses penciptaan desain intervensi. Kompetisi Psychedelic yang digelar pada Minggu (15/11/2020) sendiri digelar secara daring baik pada proses seleksi maupun presentasi akhir.
Devina dan tim pun sempat mengalami gangguan selama presentasi final akibat sinyal wifi yang harus dibagi untuk lima orang. "Selain itu, kami berasal dari empat kota yang berbeda-beda. Untuk membuat maket permainan kami harus bertemu dan mengerjakannya bersama di Surabaya. Jadi persiapannya agak ribet dan mepet, apalagi di tengah situasi pandemi," imbuhnya.
"Tujuannya agar learning engagement anak sekolah bisa meningkat, serta tentunya meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan lawan main atau keluarga," sahut Amithya, salah satu anggota tim lainnya.
(Baca juga: Solo Gempar, Mobil Mewah Milik Bos Perusahaan Tekstil Ditembaki Secara Brutal )
Dalam prosesnya, mereka menghadapi beberapa tantangan khususnya pada teknis pelaksanaan lomba serta proses penciptaan desain intervensi. Kompetisi Psychedelic yang digelar pada Minggu (15/11/2020) sendiri digelar secara daring baik pada proses seleksi maupun presentasi akhir.
Devina dan tim pun sempat mengalami gangguan selama presentasi final akibat sinyal wifi yang harus dibagi untuk lima orang. "Selain itu, kami berasal dari empat kota yang berbeda-beda. Untuk membuat maket permainan kami harus bertemu dan mengerjakannya bersama di Surabaya. Jadi persiapannya agak ribet dan mepet, apalagi di tengah situasi pandemi," imbuhnya.
(eyt)
Lihat Juga :