GP Ansor Kecam Pembantaian di Sigi, Gus Yaqut: Jangan Dibiarkan Terlalu Lama
Minggu, 29 November 2020 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Dia memaparkan bahwa kasus di Sigi motifnya agama, yakni tidak senang karena ada umat Kristiani beribadah di sana, kemudian melakukan kekerasan. "Jangan dibiarkan terlalu lama, saya kira aparat juga tahu kok siapa pentolannya. Identifikasi sudah diketahui, tinggal bertindak saja, nggak usah ragu," kata Gus Yaqut.
Selain kasus Sigi, Yaqut Cholil Qoumas juga mengingatkan anggotanya untuk tetap mematuhi aturan protokol kesehatan, terutama pada saat Pilkada Serentak 9 Desember 2020. Dia tidak ingin peristiwa kerumunan massa di Petamburan, Jakarta kembali terulang. Jika ada lagi, maka semestinya pemerintah dan aparat keamanan tidak perlu takut menegakkan aturan.
"Tidak boleh ada tawar menawar, kita tidak peduli, pemerintah harus tegas. Tidak peduli yang melanggar habaib, yang melanggar kiai, yang melanggar gubernur, wali kota atau tokoh Ansor, Banser sekalipun. Jika protokol kesehatan dilanggar, kita desak pemerintah tegakkan aturan. Nggak usah takut, ini penting demi keselamatan seluruh bangsa ini," tandasnya.
Menurutnya, Indonesia terbentuk dari berbagai kelompok. Jangan sampai ada kelompok tertentu berbuat sewenang-wenang. GP Ansor memandang sikap menghormati satu sama lain, termasuk yang berbeda agama, justru kedepan harus semakin diperkuat.
Selain kasus Sigi, Yaqut Cholil Qoumas juga mengingatkan anggotanya untuk tetap mematuhi aturan protokol kesehatan, terutama pada saat Pilkada Serentak 9 Desember 2020. Dia tidak ingin peristiwa kerumunan massa di Petamburan, Jakarta kembali terulang. Jika ada lagi, maka semestinya pemerintah dan aparat keamanan tidak perlu takut menegakkan aturan.
"Tidak boleh ada tawar menawar, kita tidak peduli, pemerintah harus tegas. Tidak peduli yang melanggar habaib, yang melanggar kiai, yang melanggar gubernur, wali kota atau tokoh Ansor, Banser sekalipun. Jika protokol kesehatan dilanggar, kita desak pemerintah tegakkan aturan. Nggak usah takut, ini penting demi keselamatan seluruh bangsa ini," tandasnya.
Menurutnya, Indonesia terbentuk dari berbagai kelompok. Jangan sampai ada kelompok tertentu berbuat sewenang-wenang. GP Ansor memandang sikap menghormati satu sama lain, termasuk yang berbeda agama, justru kedepan harus semakin diperkuat.
(shf)
Lihat Juga :