Pemkab Tebo Tak Punya Perahu Karet, 2 Desa di Muara Tabir Terisolir Banjir
Sabtu, 28 November 2020 - 11:18 WIB
loading...
Petugas Kepolisian Polres Tebo mengevakuasi sejumlah warga yang terendam banjir di Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi. (foto: SINDONews/Budi Utomo)
A
A
A
JAMBI - Tingginya intensitas curah hujan sepekan terakhir mengakibatkan enam desa di Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo , Jambi, terendam banjir 50 cm hingga 150 cm. Selain merendam rumah, air menyebabkan sejumlah anak-anak terserang penyakit demam dan gatal-gatal. BACA JUGA : Bima Arya Tegur Keras RS Ummi, Kecolongan Hasil Test Swab Habib Rizieq
Enam desa yang terendam banjir dua diantaranya terisolir karena ketinggian air mencapai 150 cm, masing-masing Desa Tanah Garo dan Desa Embacang Gedang.
Pemerintah Kabupaten Tebo telah menyediakan sejumlah tenda darurat menampung para pengungsi, bahkan mendirikan posko-posko kesehatan 24 jam bagi warga korban banjir, sehubungan ditutupnya sejumlah puskesmas karena terendam air. Namun dari pantauan media, masih saja ada warga yang tetap bertahan di rumah masing-masing.
Banjir yang terjadi sejak tiga hari lalu selain disebabkan tingginya curah hujan sehingga meluapnya sungai Tabir merendam rumah dan fasilitas umum lainnya juga melumpuhkan jalan utama sehingga menyulitkan warga untuk melintas. BACA JUGA : Zidane: Saya Tahu Matahari Muncul Setelah Badai
Wakil Bupati Tebo , Syahlan Arfan mengatakan banjir yang merendam pemukiman masyarakat disebabkan tingginya curah hujan sehingga sungai Tebo meluap. Pihaknya kesulitan untuk menempu pemukiman penduduk di dua desa, disebabkan akses jalan utama tertutup air yang sangat dalam.
Enam desa yang terendam banjir dua diantaranya terisolir karena ketinggian air mencapai 150 cm, masing-masing Desa Tanah Garo dan Desa Embacang Gedang.
Pemerintah Kabupaten Tebo telah menyediakan sejumlah tenda darurat menampung para pengungsi, bahkan mendirikan posko-posko kesehatan 24 jam bagi warga korban banjir, sehubungan ditutupnya sejumlah puskesmas karena terendam air. Namun dari pantauan media, masih saja ada warga yang tetap bertahan di rumah masing-masing.
Banjir yang terjadi sejak tiga hari lalu selain disebabkan tingginya curah hujan sehingga meluapnya sungai Tabir merendam rumah dan fasilitas umum lainnya juga melumpuhkan jalan utama sehingga menyulitkan warga untuk melintas. BACA JUGA : Zidane: Saya Tahu Matahari Muncul Setelah Badai
Wakil Bupati Tebo , Syahlan Arfan mengatakan banjir yang merendam pemukiman masyarakat disebabkan tingginya curah hujan sehingga sungai Tebo meluap. Pihaknya kesulitan untuk menempu pemukiman penduduk di dua desa, disebabkan akses jalan utama tertutup air yang sangat dalam.
Lihat Juga :