7 Penambang Emas Itu Akhirnya Diikhlaskan Terkubur di Bumi Kotawaringin Barat
Rabu, 25 November 2020 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, sejak hari kedua hingga keenam, yakni Jumat-Selasa (20-24/11/2020) tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk melakukan penyelamatan tujuh korban penambang emas yang masih terjebak di lubang tambang. (Baca juga: Berusia 78 Tahun, Adik Kandung Wakil Presiden Try Sutrisno Selesaikan Pendidikan Sarjana )
"Petugas SAR di hari ketiga pencarian, hanya bisa masuk lubang yang vertikal sedalam 18-20 meter saja. Sebab diameter lubang vertikal hanya 80 cm. Tabung oksigen yang dibawa petugas membuat susah untuk masuk lebih dalam," ujarnya.
Haryadi mengatakan, berdasarkan peta lubang tambang yang dibuat para penambang emas , diketahui kedalaman lubang maut diawali lubang vertikal sedalam 65 meter dengan diameter 80 cm, kemudian dilanjut lagi lubang horisontal sekitar 30 meter dengan diameter semakin kecil yakni 70 cm.
Selain itu ada lagi lubang vertikal sedalam 15 meter, serta sejumlah percabangan lubang yang dalamnya sekitar 10 meter. "Segala upaya sudah kita lakukan, dan kami memutuskan untuk menutup operasi ini. Sebab jika dipaksakan bisa menelan korban jiwa dari tim SAR," tegasnya.
Tujuh korban yang tidak bisa diselamatkan tersebut, menurutnya diduga kuat berada di lubang horisontal 30 meter atau di bagian lubang vertikal sedalam 15 meter. Sebab di kedua lokasi itu sudah dipenuhi lumpur dan air. (Baca juga: Warga Mataram Heboh, Kakek 70 Tahun Asal Jerman Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya )
Diduga kuat air bah menerjang lubang tambang tersebut, dari lubang tambang lama yang penuh berisi air dan menjebol lubang tambang tersebut. "Saya ucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang masih belum ditemukan. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya," ujar Haryadi.
![7 Penambang Emas Itu Akhirnya Diikhlaskan Terkubur di Bumi Kotawaringin Barat]()
Pemkab Kotawaringin Barat , dalam waktu dekat akan menutup lubang tambang tersebut dan memasang batu nisan di atasnya. "Nanti akan kami tutup lubang tambang tersebut, dan kemudian memasang batu nisan, serta akan dilakukan doa bersama," ujar Bupati Kotawaringin Barat , Nurhidayah.
"Petugas SAR di hari ketiga pencarian, hanya bisa masuk lubang yang vertikal sedalam 18-20 meter saja. Sebab diameter lubang vertikal hanya 80 cm. Tabung oksigen yang dibawa petugas membuat susah untuk masuk lebih dalam," ujarnya.
Haryadi mengatakan, berdasarkan peta lubang tambang yang dibuat para penambang emas , diketahui kedalaman lubang maut diawali lubang vertikal sedalam 65 meter dengan diameter 80 cm, kemudian dilanjut lagi lubang horisontal sekitar 30 meter dengan diameter semakin kecil yakni 70 cm.
Selain itu ada lagi lubang vertikal sedalam 15 meter, serta sejumlah percabangan lubang yang dalamnya sekitar 10 meter. "Segala upaya sudah kita lakukan, dan kami memutuskan untuk menutup operasi ini. Sebab jika dipaksakan bisa menelan korban jiwa dari tim SAR," tegasnya.
Tujuh korban yang tidak bisa diselamatkan tersebut, menurutnya diduga kuat berada di lubang horisontal 30 meter atau di bagian lubang vertikal sedalam 15 meter. Sebab di kedua lokasi itu sudah dipenuhi lumpur dan air. (Baca juga: Warga Mataram Heboh, Kakek 70 Tahun Asal Jerman Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya )
Diduga kuat air bah menerjang lubang tambang tersebut, dari lubang tambang lama yang penuh berisi air dan menjebol lubang tambang tersebut. "Saya ucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang masih belum ditemukan. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya," ujar Haryadi.

Pemkab Kotawaringin Barat , dalam waktu dekat akan menutup lubang tambang tersebut dan memasang batu nisan di atasnya. "Nanti akan kami tutup lubang tambang tersebut, dan kemudian memasang batu nisan, serta akan dilakukan doa bersama," ujar Bupati Kotawaringin Barat , Nurhidayah.
Lihat Juga :