Dongkrak Investasi, Pemprov Jatim Gelar East Java Investival 2020
Rabu, 25 November 2020 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
“Di sesi One on One Business Meeting, kami telah menyiapkan 18 project prospectus yang terdiri dari 4 proyek manufaktur, 3 proyek agrobis, dan 11 proyek tourism, serta proyek strategis dalam perpres 80 tahun 2019 yang siap ditawarkan kepada calon investor,” tutur Aris.
Selain itu, di EJI 2020 juga akan dilaksanakan penandatanganan enam perjanjian. Dua di antaranya adalah Letter of Intent (LoI) antara PT Jatim Grha Utama (JGU) dengan Shire Oak (sektor energi), serta PT JGU dan PT RSM Tuban dengan Serco Asia Pacific (sektor kesehatan). Empat perjanjian yang lain berupa MoU tentang penyediaan bahan baku industri rumput laut dan industri pengolahan porang.
Pada kesempatan yang sama, diagendakan pula penganugerahan pemenang Duta Investasi Jatim 2020. Gelaran EJI 2020 diharapkan dapat mendorong peningkatan realisasi investasi di Jatim. “Seperti kita tahu, pada periode Januari hingga September 2020, kinerja investasi di Jatim mencatatkan pertumbuhan menggembirakan, yakni sebesar 42,1% dibanding periode yang sama tahun lalu,” kata Aris.
Untuk realisasi investasi, mencapai Rp66,49 triliun. Rinciannya, PMDN sebesar Rp47,39 triliun dan PMA sebesar Rp19,10 triliun. PMA didominasi oleh sektor industri kimia di Kabupaten Tuban asal negara Singapura yakni PT. Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia. "Bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di pulau Jawa, pertumbuhan Jatim adalah yang paling tinggi," pungkas Aris.
Selain itu, di EJI 2020 juga akan dilaksanakan penandatanganan enam perjanjian. Dua di antaranya adalah Letter of Intent (LoI) antara PT Jatim Grha Utama (JGU) dengan Shire Oak (sektor energi), serta PT JGU dan PT RSM Tuban dengan Serco Asia Pacific (sektor kesehatan). Empat perjanjian yang lain berupa MoU tentang penyediaan bahan baku industri rumput laut dan industri pengolahan porang.
Pada kesempatan yang sama, diagendakan pula penganugerahan pemenang Duta Investasi Jatim 2020. Gelaran EJI 2020 diharapkan dapat mendorong peningkatan realisasi investasi di Jatim. “Seperti kita tahu, pada periode Januari hingga September 2020, kinerja investasi di Jatim mencatatkan pertumbuhan menggembirakan, yakni sebesar 42,1% dibanding periode yang sama tahun lalu,” kata Aris.
Untuk realisasi investasi, mencapai Rp66,49 triliun. Rinciannya, PMDN sebesar Rp47,39 triliun dan PMA sebesar Rp19,10 triliun. PMA didominasi oleh sektor industri kimia di Kabupaten Tuban asal negara Singapura yakni PT. Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia. "Bila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di pulau Jawa, pertumbuhan Jatim adalah yang paling tinggi," pungkas Aris.
(msd)
Lihat Juga :