Biadab! Petani di NTT Paksa Mahasiswi Beradegan Mesum di Medsos
Selasa, 24 November 2020 - 17:54 WIB
loading...
AHG seorang petani di Adonara, Nusa Tenggara Timur ditangkap anggota Polda Maluku karena memaksa seorang mahasiswi dan empat wanita lainnya merekam adegan video mesum. Foto iNews TV/Fandi W
A
A
A
AMBON - AHG seorang petani di Adonara, Nusa Tenggara Timur ditangkap anggota Polda Maluku karena memaksa seorang mahasiswi dan empat wanita lainnya merekam adegan video mesum . Aksi ini dilakukan AHG terhadap lima korban asal Kota Ambon, Maluku.
Pelaku pornografi ini hanya tertunduk saat digiring aparat Ditreskrimsus Polda Maluku saat gelar kasus di Markas Ditreskrimsus, Mangga Dua, Kota Ambon, Selasa siang (24/11/2020).
(Baca juga : Siap-siap, 1 Juta PPPK Bakal Direkrut Tahun Depan )
Saat digelandang Polisi menyertakan sejumlah barang bukti yakni satu unit telepon genggam yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya merekam adegan video mesum serta pakaian yang dia kenakan saat itu.
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Kombes Pol Eko Santoso mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya di Adonara Timur, NTT dengan bantuan aparat kepolisian setempat. (Baca: Warga dan Santri Banten 'Pukul Mundur' Alat Berat yang Dikawal Pasukan Marinir)
“Setelah ditangkap pelaku langsung dibawa ke Kota Ambon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata dia.
(Baca juga : Belajar Tatap Muka Januari 2021, Sekolah di Depok Terapkan Sistem Shift )
Pelaku pornografi ini hanya tertunduk saat digiring aparat Ditreskrimsus Polda Maluku saat gelar kasus di Markas Ditreskrimsus, Mangga Dua, Kota Ambon, Selasa siang (24/11/2020).
(Baca juga : Siap-siap, 1 Juta PPPK Bakal Direkrut Tahun Depan )
Saat digelandang Polisi menyertakan sejumlah barang bukti yakni satu unit telepon genggam yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya merekam adegan video mesum serta pakaian yang dia kenakan saat itu.
Direktur Reskrimsus Polda Maluku Kombes Pol Eko Santoso mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya di Adonara Timur, NTT dengan bantuan aparat kepolisian setempat. (Baca: Warga dan Santri Banten 'Pukul Mundur' Alat Berat yang Dikawal Pasukan Marinir)
“Setelah ditangkap pelaku langsung dibawa ke Kota Ambon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata dia.
(Baca juga : Belajar Tatap Muka Januari 2021, Sekolah di Depok Terapkan Sistem Shift )
Lihat Juga :