Agus Harimurti Yudhoyono: Pilkada Medan Harus Fair dan Adil
Selasa, 24 November 2020 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Jika penyelenggara pemilu bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya atau tidak berpihak ke pasangan calon manapun, maka sambung AHY, kontestan Pilkada Medan tidak perlu lagi mengkhawatirkan siapa kompetitornya.
"Jika negara bisa menjamin itu semua, kita tak perlu mengkhawatirkan siapa kompetitor kita. Kembali kepada sentralitas Pilkada langsung. Apapun koneksi yang dimiliki kandidat baik koneksi kekuatan politik maupun koneksi kekuatan logistik, tidak terlalu berarti kalau negara ini fair dan transparan dan aparat berfungsi dengan baik," jelasnya.
AHY menegaskan tidak boleh ada yang diberi perlakuan spesial. Sebab semua paslon punya hak dan kewajiban yang sama. (Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Pesta di Sopo Bakal Disanksi Tegas)
"Pak Akhyar dan Pak Salman sedang menggunakan haknya sebagai warga negara yakni hak untuk dipilih. Kita berikan hak seluasnya kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya. Mudah-mudahan harapan dan aspirasi rakyat bisa diwujudkan. Jadilah pemimpin yang amanah dan bisa mensejahterakan masyarakat Medan," sebutnya. (Baca juga: Pasang Spanduk Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Dua Pemuda Diamankan)
Dia optimistis paslon Akhyar-Salman mampu menghadapi segala tantangan. "Semoga hasil survei yang baik itu menambah semangat dan tidak membuat kita jumawa, membuat kita takabur, karena itu adalah awal dari kekalahan. Tapi kita harus merasa mengejar ketertinggalan, supaya kita bisa ngebut, sampai dengan tujuan, artinya dengan selamat," pungkasnya.
"Jika negara bisa menjamin itu semua, kita tak perlu mengkhawatirkan siapa kompetitor kita. Kembali kepada sentralitas Pilkada langsung. Apapun koneksi yang dimiliki kandidat baik koneksi kekuatan politik maupun koneksi kekuatan logistik, tidak terlalu berarti kalau negara ini fair dan transparan dan aparat berfungsi dengan baik," jelasnya.
AHY menegaskan tidak boleh ada yang diberi perlakuan spesial. Sebab semua paslon punya hak dan kewajiban yang sama. (Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Pesta di Sopo Bakal Disanksi Tegas)
"Pak Akhyar dan Pak Salman sedang menggunakan haknya sebagai warga negara yakni hak untuk dipilih. Kita berikan hak seluasnya kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya. Mudah-mudahan harapan dan aspirasi rakyat bisa diwujudkan. Jadilah pemimpin yang amanah dan bisa mensejahterakan masyarakat Medan," sebutnya. (Baca juga: Pasang Spanduk Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Dua Pemuda Diamankan)
Dia optimistis paslon Akhyar-Salman mampu menghadapi segala tantangan. "Semoga hasil survei yang baik itu menambah semangat dan tidak membuat kita jumawa, membuat kita takabur, karena itu adalah awal dari kekalahan. Tapi kita harus merasa mengejar ketertinggalan, supaya kita bisa ngebut, sampai dengan tujuan, artinya dengan selamat," pungkasnya.
(boy)
Lihat Juga :