Warga Muara Angke Mengeluh, Ambil Bansos Covid-19 Harus Bayar
Senin, 23 November 2020 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
"Ya, maunya jangan ditahan-tahan, langsung dibagiin kayak RT-RT lainnya. Kalau di RT 02 ini enggak gitu, dua kali datang (paket sembako), baru dibagiin," Kata Nurmiyati.
Ketua RT 02 Aris Andi mengakui telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial. "Sudah terima 109 paket, sedangkan warga kami 136 KK yang khusus domisili di RT 02. Itupun pengontrak belum terhitung," ujar Aris saat dikonfirmasi. (Baca juga: Data Penerima Bansos Bikin Puyeng Sri Mulyani, Terutama UMKM)
Andi mengaku sengaja belum membagikan paket sembako tersebut, lantaran jumlah yang diterima tidak sesuai dengan jumlah KK di RT 02 RW 022 Pluit. Selain itu penahanan ini untuk menghindari adanya kecemburuan sosial di antara warga.
"Sengaja belum dibagikan karena belum cukup. Karena resikonya tahu sendiri warga, kalau yang paham enak, kalau yang enggak, hancur kita," ucapnya.
Andi membantah adanya penahanan paket sembako apabila ada warga yang tidak membayar. Menurut Andi, warga sendiri yang memberikan uang secara sukarela kepada pihak RT untuk pendistribusian paket sembako.
"Ya tergantung. Kadang-kadang ada yang kasih buat beli rokok, enggak ditarifin. Ya namanya warga, ngerti mungkin dia, kita juga capek angkut dari sana sini. Kadang ngasih Rp5.000, kadang Rp10.000," ucap Andi.
Ketua RT 02 Aris Andi mengakui telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial. "Sudah terima 109 paket, sedangkan warga kami 136 KK yang khusus domisili di RT 02. Itupun pengontrak belum terhitung," ujar Aris saat dikonfirmasi. (Baca juga: Data Penerima Bansos Bikin Puyeng Sri Mulyani, Terutama UMKM)
Andi mengaku sengaja belum membagikan paket sembako tersebut, lantaran jumlah yang diterima tidak sesuai dengan jumlah KK di RT 02 RW 022 Pluit. Selain itu penahanan ini untuk menghindari adanya kecemburuan sosial di antara warga.
"Sengaja belum dibagikan karena belum cukup. Karena resikonya tahu sendiri warga, kalau yang paham enak, kalau yang enggak, hancur kita," ucapnya.
Andi membantah adanya penahanan paket sembako apabila ada warga yang tidak membayar. Menurut Andi, warga sendiri yang memberikan uang secara sukarela kepada pihak RT untuk pendistribusian paket sembako.
"Ya tergantung. Kadang-kadang ada yang kasih buat beli rokok, enggak ditarifin. Ya namanya warga, ngerti mungkin dia, kita juga capek angkut dari sana sini. Kadang ngasih Rp5.000, kadang Rp10.000," ucap Andi.
(thm)
Lihat Juga :