Bisnis Kripik Kelapa Online, UMKM Dapur Aisyah Raup Untung di Tengah Pandemi

loading...
Bisnis Kripik Kelapa Online, UMKM Dapur Aisyah Raup Untung di Tengah Pandemi
Bisnis Kripik Kelapa Online, UMKM Dapur Aisyah Raup Untung di Tengah Pandemi. Foto/SINDOnews/Subhan
MANADO - Berbagai sektor usaha mengalami dampak yang signifikan sejak mewabahnya pandemi COVID-19, termasuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Tak jarang banyak dari mereka yang mengalami penurunan pemasukan hingga kehabisan modal usaha. Namun, pandemi COVID-19 tak membuat seorang pelaku UMKM asal Manado, Mila Amelia (43) patah semangat.

Pemilik UMKM Dapur Aisyah ini justru meraup untung besar dari jualan keripik kelapa secara online. Mila sebelumnya memproduksi sambal roan dan abon ikan cakalang.

Di awal tahun 2020, dia mulai mencoba membuat keripik kelapa dan berani lempar kepasaran pas mulai COVID-19. Dan mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat, sayangnya ketika pandemi melanda, penjualan anjlok bahkan tidak ada permintaan sama sekali.



"Memang berpengaruh secara offline, menurun sampai 80 persen, dibeberapa toko ole-ole semenjak COVID-19 tidak ada permintaan sama sekali kepada kami," ujar Mila, Minggu (22/11/2020).

Dia kemudian merubah strategi, berjualan secara online dengan menawarkan berbagai diskon. Justru dengan strategi itulah, penjualannya meningkat tajam. Perbulan dia bisa memproduksi 200 sampai 300 bungkus keripik kentang.

"Tergantung permintaan, kalau memang ada permintaan lebih banyak kita produksi lebih. Omzet rata-rata Rp.15 juta perbulan," kata Dia.



Pembeli keripik kelapa sendiri bukan hanya berasal dari Manado saja, permintaan datang paling banyak datang dari Jakarta, ada juga dari Sumatera, Kalimantan, bahkan dari Merauke dia sudah memiliki pelanggan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top