Sekolah Tatap Muka di Kota Bogor Picu Pro Kontra
Minggu, 22 November 2020 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
"Orang dewasa saja susah diatur untuk disiplin pake masker, jaga jarak, cuci tangan, apalagi usia SMA, SMP bahkan SD. Untuk Kota Bogor diharapkan lebih bersabar dulu pak," ucapnya.
Bahkan, menurutnya akan lain ceritanya dengan protokol kesehatan di mal. Sistem pengawasannya ketat ada petugas keamanan yang berjaga dan berpatroli.
"Dan kelihatanya cukup aneh kalau masuk sekolah saling berjauhan. Bila hybrid yang dilakukan, alangkah baiknya saat tatap muka dibuat livestreaming," ungkapnya.
Sementara itu, bagi yang pro Dian Rosdiana, warga Bogor Timur, Kota Bogor menyatakan karena sistem belajar daring bagi anak SD saat ini sangat tidak efektif dan normatif.
"Bukan soal kuota atau jaringan internet, tapi mental anak jadi malas, yang mengerjakan tugas saya yakin hampir semua orang tua siswa pasti bukan anaknya," ungkapnya.
Maka dari itu, lanjut dia, sangat sepakat jika Pemkot Bogor berencana memberlakukan kembali sekolah tatap muka. "Setidaknya ada harapan kembali semangat belajar anak untuk belajar dan bertemu teman-temannya bisa tumbuh lagi, setelah 8 bulan diam di rumah. Tapi protokol kesehatannya harus benar-benar terlaksana," jelasnya.
Bahkan, menurutnya akan lain ceritanya dengan protokol kesehatan di mal. Sistem pengawasannya ketat ada petugas keamanan yang berjaga dan berpatroli.
"Dan kelihatanya cukup aneh kalau masuk sekolah saling berjauhan. Bila hybrid yang dilakukan, alangkah baiknya saat tatap muka dibuat livestreaming," ungkapnya.
Sementara itu, bagi yang pro Dian Rosdiana, warga Bogor Timur, Kota Bogor menyatakan karena sistem belajar daring bagi anak SD saat ini sangat tidak efektif dan normatif.
"Bukan soal kuota atau jaringan internet, tapi mental anak jadi malas, yang mengerjakan tugas saya yakin hampir semua orang tua siswa pasti bukan anaknya," ungkapnya.
Maka dari itu, lanjut dia, sangat sepakat jika Pemkot Bogor berencana memberlakukan kembali sekolah tatap muka. "Setidaknya ada harapan kembali semangat belajar anak untuk belajar dan bertemu teman-temannya bisa tumbuh lagi, setelah 8 bulan diam di rumah. Tapi protokol kesehatannya harus benar-benar terlaksana," jelasnya.
Lihat Juga :