Jelang Debat II Pilkada, Ekonom USU Ungkap Penyebab Investor Enggan Masuk Medan

Sabtu, 21 November 2020 - 11:23 WIB
loading...
Jelang Debat II Pilkada,...
Serap Aspirasi Pedagang, Calon Walikota Medan Bobby Nasution Blusukan ke Pasar Induk Lauchi. (Foto: SINDONews/dok)
A A A
MEDAN - Jelang debat tahap dua Pilkada Medan , malam nanti, Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU) mengungkap fakta terus memburuknya iklim investasi sejak 2016.

Adalah Wahyu Pratomo, ekonom yang menyebut sejak hampir lima tahun lalu hingga 2020 ini para pemodal semakin enggan masuk ke Medan untuk mengembangkan usaha. Penyebabnya? BACA JUGA : Tiga Calon Bupati Simalungun Tak Memilih di TPS Pilkada

Menurut Wahyu, kota yang selama lima tahun terakhir dipimpin pasangan H.T. Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution ini tergolong tidak ramah terhadap iklim investasi. Incremental capital-output ratio (ICOR) menjadi tolok ukurnya.

Secara sederhana, lanjut Wahyu, ICOR itu indikator yang menunjukkan besaran modal untuk menghasilkan satu output. Misal ICOR=5, maka perlu Rp5 juta untuk 1 output/barang. Kalau ICOR=7, itu artinya perlu investasi Rp7 juta untuk satu output. Makin besar ICOR, maka semakin tidak efisien.

"Makin tinggi ICOR satu kota, maka pengusaha akan keluar lebih banyak modal untuk jajaki sebuah usaha. Investasi itu kan adalah jumlah uang yang dibelanjakan oleh pengusaha," kata Wahyu kepada wartawan di Medan, Sabtu (21/11/2020).

Lantas berapa ICOR Kota Medan? Ternyata dari data 2019 lalu, ICOR kota Medan sudah mencapai 7,2. Bandingkan dengan kota lainnya, semisal Bandung (5,0), Surabaya (5,1) dan Makasar (6,0). BACA JUGA : Jalan Nasional di Sumalungun Hancur Dihantam Longsor

"Dan, kota-kota lain itu cenderung turun ICOR-nya. Artinya, pemerintah masing-masing sudah semakin baik mengelola kotanya," tambah Wahyu.

Ironisnya, tukas dia pula, di Medan indeks ICOR malah semakin tinggi. "Medan tahun 2016 itu sekitar 6,50 dan terus naik sampai 2019. Harusnya yang ideal itu di angka 4.0 hingga 5,0," lanjut Wahyu.

Nah, bagaimana cara menurunkan indeks ICOR agar investor mau beramai-ramai datang berinvestasi di Kota Medan. Perlu diketahui, dengan masuknya investasi maka tentu akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) hingga menyerap tenaga kerja.

"Cara menurunkan ICOR itu sudah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah lainnya. Misal, mempermudah perizinan, tidak ada lagi biaya-biaya pungli, sarana-prasarana yang diperlukan pelaku usaha terpenuhi," kata Wahyu. BACA JUGA : Hadapi Debat Pilkada Putaran II, Begini Persiapan Akhyar...

Dari yang ia simak pada debat pertama, 7 November lalu, salah satu cara menekan ICOR sudah masuk dalam program visi-misi Bobby Nasution, Calon Walikota Medan Nomor Urut 2.

"Mall perizinan, atau mall pelayanan publik yang bakal dibangun Bobby Nasution salah satunya untuk mengurangi biaya perizinan kan?" lanjut Wahyu.

Perlu ada koordinasi yang kuat dalam bentuk kolaborasi antar-OPD (organisasi perangkat daerah), tambahnya pula. Jadi, bukan menonjolkan egosentris masing-masing OPD, seperti yang terjadi di Medan.

Egosentris masing-masing OPD, membuat perizinan di Medan masih terpencar-pencar. "Seolah di Medan ini tidak ada kepemimpinan," pungkas Wahyu. BACA JUGA : Pilkada Medan, Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen untuk Bobby-Aulia Rachman

Diketahui, sebagaimana telah diungkap Bobby Nasution dalam berbagai kesempatan, solusi untuk menurunkan indeks ICOR adalah dengan mereformasi birokrasi. Di antaranya, membangun mall pelayanan publik. Kelak di Medan akan ada satu bangunan terpadu yang di dalamnya bisa dilakukan segala macam bentuk pengurusan. Mulai dari perizinan, urusan kependudukan hingga perpajakan.

"Bangunannya nyaman, bagus, dingin. Masyarakat datang tak punya KTP, pulang langsung bawa KTP. Siap dengan cepat tanpa birokrasi yang ribet. Sekarang sudah zaman digital, kita akan manfaatkan itu di Medan," kata Bobby
(zai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Isu Sawit Mengemuka...
Isu Sawit Mengemuka di USU, Mahasiswa Diminta Lawan Hoaks dengan Riset
Bangun Pariwisata Hijau,...
Bangun Pariwisata Hijau, Bontang Ubah Kota Industri Jadi Destinasi Wisata Edukatif
Pengurus DPW Asprindo...
Pengurus DPW Asprindo Sulawesi Tengah Periode 2025-2030 Resmi Dilantik
Tindak Tegas Oknum Kadin...
Tindak Tegas Oknum Kadin Cilegon, Polda Banten Ciptakan Rasa Aman Investor
Palak Investor China...
Palak Investor China Rp5 Triliun, Ketua Kadin Cilegon Jadi Tersangka lalu Ditahan
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
NASA Ungkap Penyebab...
NASA Ungkap Penyebab Kota New York Tenggelam Lebih Cepat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved