KKP Giatkan Pembangunan Coral Garden untuk Pulihkan Ekosistem
Senin, 11 Mei 2020 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
“KKP sedang menyusun daya tampung dan daya dukung wisata bahari. Ini penting karena selain untuk pelestarian terumbu karang, pengaturan jumlah wisatawan sesuai dengan daya tampung dan daya dukung akan meningkatkan nilai jual wisata bahari. Kita berharap dengan sistem ini akan membenahi ekosistem wisata bahari kita,” tutup Huda.
Potensi Wisata Bahari Indonesia sebagai daya tarik wisata bagi dunia tidak dapat dipungkiri, mengingat Indonesia berada di Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang) dunia yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, baik luasannya maupun jenis terumbu karang yang dimiliki. Ada sekitar 500 jenis terumbu karang yang memikat sebagai atraksi wisata selam.
Melalui Webinar Wisata Selam dan Coral Garden, Direktorat Jaskel sebagai penyelenggara ingin memberikan gambaran akan wisata selam Indonesia yang semakin diminati. Webinar yang rutin dilaksanakan seminggu sekali dengan tema yang berbeda-beda menjadi ajang saling sharing pengalaman dan wawasan serta pengetahuan dalam mewujudkan Pengelolaan Wisata bahari yang berkelanjutan.
Webinar yang diikuti 100 orang peserta dari berbagai daerah menghadirkan narasumber dari Universitas Halu Oleo Kendari, Nusa Dua Reef Foundation, dan Yayasan Karang Lestari.
Potensi Wisata Bahari Indonesia sebagai daya tarik wisata bagi dunia tidak dapat dipungkiri, mengingat Indonesia berada di Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang) dunia yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, baik luasannya maupun jenis terumbu karang yang dimiliki. Ada sekitar 500 jenis terumbu karang yang memikat sebagai atraksi wisata selam.
Melalui Webinar Wisata Selam dan Coral Garden, Direktorat Jaskel sebagai penyelenggara ingin memberikan gambaran akan wisata selam Indonesia yang semakin diminati. Webinar yang rutin dilaksanakan seminggu sekali dengan tema yang berbeda-beda menjadi ajang saling sharing pengalaman dan wawasan serta pengetahuan dalam mewujudkan Pengelolaan Wisata bahari yang berkelanjutan.
Webinar yang diikuti 100 orang peserta dari berbagai daerah menghadirkan narasumber dari Universitas Halu Oleo Kendari, Nusa Dua Reef Foundation, dan Yayasan Karang Lestari.
(don)
Lihat Juga :