KKP Giatkan Pembangunan Coral Garden untuk Pulihkan Ekosistem
Senin, 11 Mei 2020 - 08:54 WIB
loading...
KKP melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) mendorong dikembangkannya program Coral Garden untuk memulihkan ekosistem terumbu karang dan pengembangan wisata bahari. Foto/Dok KKP
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) mendorong dikembangkannya program “Coral Garden” untuk memulihkan ekosistem terumbu karang dan pengembangan wisata bahari.
Direktur Jasa Kelautan (Jaskel) Ditjen PRL, Miftahul Huda mengatakan, coral garden atau yang dahulu dikenal dengan rehabilitasi terumbu karang, program lama KKP yang akan digiatkan kembali.
“Keelokan atraksi selam bukan saja terumbu karangnya tetapi atraksi wisata seperti Wisata Kapal Tenggelam, Taman Kima, Coral Garden dan Marine Scaping, sedang dikembangkan oleh KKP,” jelas Huda di Jakarta.
Sambung Huda mengungkapkan, ekosistem terumbu karang memiliki peran penting sebagai tempat pemijahan (breeding ground), pengasuhan (nursery ground) dan mencari makan (feeding ground) biota laut. Selain itu terumbung karang juga berfungsi sebagai tempat wisata dan perlindungan pantai. Ekosistem terumbu karang berkontribusi lebih dari USD120 miliar/tahun untuk Ekonomi Global.
“Meskipun pertumbuhan coral tidak cepat, melalui pembangunan coral garden, kita ingin mengembalikan fungsi terumbu karang yang berdekatan dengan wisata,” ungkapnya.
KKP melalui Program Pembangunan Desa Wisata (Dewi) Bahari yang berbasis pada Desa, berupaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir dari pemanfaatan Jasa Kelautan melalui pengembangan wisata bahari.
Masyarakat akan dilibatkan dari mulai perencanaan sampai melakukan monitoring, sehingga masyarakat benar-benar memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungannya.
Direktur Jasa Kelautan (Jaskel) Ditjen PRL, Miftahul Huda mengatakan, coral garden atau yang dahulu dikenal dengan rehabilitasi terumbu karang, program lama KKP yang akan digiatkan kembali.
“Keelokan atraksi selam bukan saja terumbu karangnya tetapi atraksi wisata seperti Wisata Kapal Tenggelam, Taman Kima, Coral Garden dan Marine Scaping, sedang dikembangkan oleh KKP,” jelas Huda di Jakarta.
Sambung Huda mengungkapkan, ekosistem terumbu karang memiliki peran penting sebagai tempat pemijahan (breeding ground), pengasuhan (nursery ground) dan mencari makan (feeding ground) biota laut. Selain itu terumbung karang juga berfungsi sebagai tempat wisata dan perlindungan pantai. Ekosistem terumbu karang berkontribusi lebih dari USD120 miliar/tahun untuk Ekonomi Global.
“Meskipun pertumbuhan coral tidak cepat, melalui pembangunan coral garden, kita ingin mengembalikan fungsi terumbu karang yang berdekatan dengan wisata,” ungkapnya.
KKP melalui Program Pembangunan Desa Wisata (Dewi) Bahari yang berbasis pada Desa, berupaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir dari pemanfaatan Jasa Kelautan melalui pengembangan wisata bahari.
Masyarakat akan dilibatkan dari mulai perencanaan sampai melakukan monitoring, sehingga masyarakat benar-benar memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungannya.
Lihat Juga :