Jumlah Positif Covid-19 di Jatim Tembus 1.491 Kasus
Senin, 11 Mei 2020 - 05:09 WIB
loading...
A
A
A
Selain OTG, tingkat penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga terjadi dari 60 persen menjadi 68 persen. Karena itu, pihaknya menegaskan perlunya strategi khusus agar PDP dirawat dengan baik. Terutama jika rumah sakit darurat bisa beroperasi efektif.
Sehingga kemungkinan untuk menjadi positif dapat dicegah. “Saya ingatkan bahwa masyarakat lebih baik tinggal di rumah dan wajib menggunakan masker saat keluar rumah. Ketika kita melindungi diri kita maka kita juga melindungi orang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menambahkan, penambahan kasus positif di Jatim yang signifikan sekaligus menambah jumlah klaster penyebaran Covid-19 di Jatim. "Semula, jumlah klaster penyebaran Covid-19 ini sebanyak 30 titik dan kini bertambah hingga 57 titik," katanya.
Sejumlah klaster besar diantaranya, klaster dari pelatihan di Asrama Haji sebanyak 157 kasus. Lalu Temboro Magetan 46 kasus.
Selanjutnya klaster pabrik Sampoerna Surabaya sebanyak 41 kasus. Selain tiga klaster tersebut, klaster yang perlu diwaspadai juga seperti klaster dari pasar di Bojonegoro, klaster tenaga kesehatan dan klaster perusahaan.
"Tiga pasar di Bojonegoro sudah di rapid test dan reaktif pada 168 orang. Dari 168 orang tersebut juga sudah kirim tim untuk melakukan swab," pungkasnya.
Sehingga kemungkinan untuk menjadi positif dapat dicegah. “Saya ingatkan bahwa masyarakat lebih baik tinggal di rumah dan wajib menggunakan masker saat keluar rumah. Ketika kita melindungi diri kita maka kita juga melindungi orang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menambahkan, penambahan kasus positif di Jatim yang signifikan sekaligus menambah jumlah klaster penyebaran Covid-19 di Jatim. "Semula, jumlah klaster penyebaran Covid-19 ini sebanyak 30 titik dan kini bertambah hingga 57 titik," katanya.
Sejumlah klaster besar diantaranya, klaster dari pelatihan di Asrama Haji sebanyak 157 kasus. Lalu Temboro Magetan 46 kasus.
Selanjutnya klaster pabrik Sampoerna Surabaya sebanyak 41 kasus. Selain tiga klaster tersebut, klaster yang perlu diwaspadai juga seperti klaster dari pasar di Bojonegoro, klaster tenaga kesehatan dan klaster perusahaan.
"Tiga pasar di Bojonegoro sudah di rapid test dan reaktif pada 168 orang. Dari 168 orang tersebut juga sudah kirim tim untuk melakukan swab," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :