FKUB Jabar Ingatkan Habib Rizieq Patuhi Protokol Kesehatan
Selasa, 17 November 2020 - 21:52 WIB
loading...
Ketua FKUB Jabar, Rafani Achyar (kiri) meminta Habib Rizieq Shihab mencegah kerumunan massa sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat menilai, kerumunan massa pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat. (Baca juga: Ada Kerumunan Massa Habib Rizieq di Jabar, Ridwan Kamil: Itu Tanggung Jawab Saya )
Penilaian tersebut disampaikan Rafani menyikapi situasi terakhir pasckehadiran Habib Rizieq di Tanah Air, termasuk kabar terbaru terkait safari keagamaan yang akan digelar Habib Rizieq yang dikhawatirkan kembali berpotensi menimbulkan kerumunan massa.
Ketua FKUB Jabar, Rafani Achyar menyatakan, safari keagamaan yang bakal digelar merupakan hak Habib Rizieq . Namun, pihaknya meminta, Habib Rizieq mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak terjadi kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19 .
"Safari itu kan hak yang bersangkutan, tapi yang kami inginkan, cobalah penuhi aturan protokol kesehatan. Karena kalau tidak terkendali, di situlah klaster baru ( COVID-19 ) muncul," tegas Rafani di Bandung, Selasa (17/11/2020). (Baca juga: Sadis, Suami di Sukabumi Bunuh Istrinya Secara Brutal Gara-gara Tak Mau Urus Cerai )
"Kalau (klaster baru COVID-19 ) itu muncul dan menyebar bukan hanya kepada jamaah, tapi masyarakat luas juga. Jadi, itu permintaan kami, cobalah patuhi protokol kesehatan," sambung Rafani menegaskan.
Penilaian tersebut disampaikan Rafani menyikapi situasi terakhir pasckehadiran Habib Rizieq di Tanah Air, termasuk kabar terbaru terkait safari keagamaan yang akan digelar Habib Rizieq yang dikhawatirkan kembali berpotensi menimbulkan kerumunan massa.
Ketua FKUB Jabar, Rafani Achyar menyatakan, safari keagamaan yang bakal digelar merupakan hak Habib Rizieq . Namun, pihaknya meminta, Habib Rizieq mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak terjadi kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19 .
"Safari itu kan hak yang bersangkutan, tapi yang kami inginkan, cobalah penuhi aturan protokol kesehatan. Karena kalau tidak terkendali, di situlah klaster baru ( COVID-19 ) muncul," tegas Rafani di Bandung, Selasa (17/11/2020). (Baca juga: Sadis, Suami di Sukabumi Bunuh Istrinya Secara Brutal Gara-gara Tak Mau Urus Cerai )
"Kalau (klaster baru COVID-19 ) itu muncul dan menyebar bukan hanya kepada jamaah, tapi masyarakat luas juga. Jadi, itu permintaan kami, cobalah patuhi protokol kesehatan," sambung Rafani menegaskan.
Lihat Juga :