Monumen Perang Dunia II, Memorial Korban Perang Pasifik di Manado
Sabtu, 14 November 2020 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Usai PD II, bangsa-bangsa yang terlibat peperangan tersebut memberikan ganti rugi kepada rakyat yang menjadi korban. Demikian juga berlaku bagi rakyat Sulawesi Utara yang daerahnya dimusnahkan oleh Perang Dunia II 1941 1945.
Khususnya kota Manado yang adalah pusat kekuatan militer dan pemerintahan sipil di masa penjajahan Belanda dan di masa pendudukan Jepang telah menjadi sasaran pemusnahan oleh kedua belah pihak yang berperang (Jepang vs Sekutu).
Setelah Jepang bertekuk lutut dan Kota Manado dihancurkan secara total, Sekutu tidak serta merta meninggalkan Manado/ Minahasa tanpa meninggalkan suatu tanda kenangan tentang penyesalannya atas pengorbanan rakyat Sulawesi Utara yang telah berjasa pada sekutu dalam perang melawan Jepang.
Itulah sebabnya maka Belanda/ NICA sebagai anggota Sekutu melakukan langkah rehabilitasi dengan memasok bahan-bahan berupa pakaian dan obat-obatan serta 3000 zak semen untuk membangun sebuah memorial bagi para korban perang.(Baca juga: Pjs Gubernur Sulut Lepas 28 Kafilah ke MTQ Nasional di Padang )
"Tempat yang dipilih ialah halaman Gereja GMIM Sentrum sekarang yang menurut kadaster adalah milik Negara. Konon kepada Jemaat GMIM akan disediakan suatu areal di bagian tinggi kota Manado," tutur Ben Wowor, Jumat (13/11/2020).
Karena berada di daerah pelabuhan, selain membangun tugu memorial, Belanda berencana menggali areal di depan tugu itu untuk dijadikan pelabuhan dengan dermaganya.
Khususnya kota Manado yang adalah pusat kekuatan militer dan pemerintahan sipil di masa penjajahan Belanda dan di masa pendudukan Jepang telah menjadi sasaran pemusnahan oleh kedua belah pihak yang berperang (Jepang vs Sekutu).
Setelah Jepang bertekuk lutut dan Kota Manado dihancurkan secara total, Sekutu tidak serta merta meninggalkan Manado/ Minahasa tanpa meninggalkan suatu tanda kenangan tentang penyesalannya atas pengorbanan rakyat Sulawesi Utara yang telah berjasa pada sekutu dalam perang melawan Jepang.
Itulah sebabnya maka Belanda/ NICA sebagai anggota Sekutu melakukan langkah rehabilitasi dengan memasok bahan-bahan berupa pakaian dan obat-obatan serta 3000 zak semen untuk membangun sebuah memorial bagi para korban perang.(Baca juga: Pjs Gubernur Sulut Lepas 28 Kafilah ke MTQ Nasional di Padang )
"Tempat yang dipilih ialah halaman Gereja GMIM Sentrum sekarang yang menurut kadaster adalah milik Negara. Konon kepada Jemaat GMIM akan disediakan suatu areal di bagian tinggi kota Manado," tutur Ben Wowor, Jumat (13/11/2020).
Karena berada di daerah pelabuhan, selain membangun tugu memorial, Belanda berencana menggali areal di depan tugu itu untuk dijadikan pelabuhan dengan dermaganya.
Lihat Juga :