Monumen Perang Dunia II, Memorial Korban Perang Pasifik di Manado
Sabtu, 14 November 2020 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
"Tugu ini mulai dibangun tahun 1946 oleh kepala PU NICA, instansi yang dinamakan P.O.D. (Plaatselijke Opbouwdienst), yakni Ir. C. J. Uit den Bosch, tetapi tidak sampai diselesaikan karena waktu itu kita sedang berperang dengan Belanda (Perang Kemerdekaan)," ujar Ben Wowor.
Monumen yang dibangun sebagai kenangan terhadap korban perang pasifik baik dari sekutu, Jepang, dan rakyat itu memiliki ketinggian sekira 40 meter, memiliki empat tiang penyangga dengan sebuah kubus di atasnya.
"Inti dari simbol kubus ini mengandung arti persembahan yang termulia, yaitu tempat persemayaman korban perang yang kita cintai," kata Ben Wowor
Secara kultural tradisional desain ini mengacu kepada adat istiadat tentang bentuk makam bagi rakyat Minahasa yang berbentuk kubus melambangkan sebuah waruga, peti jenazah yang terletak di atas tanah.
Bagi korban perang dari bangsa-bangsa sekutu, kubus di atas puncak tugu melambangkan sebuah sarkofagus yang merupakan suatu warisan suci dan keramat. "Kubus itu dipisahkan dari bagian bawah oleh empat bola penyangga, sebagaimana kita mengusung suatu peti jenazah secara simbolis," jelas Ben.
Monumen yang dibangun sebagai kenangan terhadap korban perang pasifik baik dari sekutu, Jepang, dan rakyat itu memiliki ketinggian sekira 40 meter, memiliki empat tiang penyangga dengan sebuah kubus di atasnya.
"Inti dari simbol kubus ini mengandung arti persembahan yang termulia, yaitu tempat persemayaman korban perang yang kita cintai," kata Ben Wowor
Secara kultural tradisional desain ini mengacu kepada adat istiadat tentang bentuk makam bagi rakyat Minahasa yang berbentuk kubus melambangkan sebuah waruga, peti jenazah yang terletak di atas tanah.
Bagi korban perang dari bangsa-bangsa sekutu, kubus di atas puncak tugu melambangkan sebuah sarkofagus yang merupakan suatu warisan suci dan keramat. "Kubus itu dipisahkan dari bagian bawah oleh empat bola penyangga, sebagaimana kita mengusung suatu peti jenazah secara simbolis," jelas Ben.
(msd)
Lihat Juga :