Di Balik Kesaktian Keris, Ini Kata Empu Yoyok
Kamis, 12 November 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Abdi Keraton Solo ini mengungkapkan, seandainya ada dua keris bisa berdiri dan bertarung sendiri, itu bukan karena kerisnya sakti. Tapi dipengaruhi oleh faktor manusia yang memiliki kemampuan mengendalikan keris. "Keris is keris. Dia adalah benda," ucapnya.
Lantas kenapa keris bisa beratraksi sedemikian rupa? Pentolan Paguyuban Condro Aji Nusantara ini menjelaskan, bahwa energi keris berasal dari metalurginya. Disana terkolaborasi antara besi dan baja sebagai konduktor, penghantar arus listrik, pamor trioksida - titanium dan nikel klorida. Bahan-bahan itulah yang menjadi sumber energi sehingga keris mengelurakan radiasi.
"Sedangkan manusia punya sensor motorik, dari pangkal ekor sampai pangkal kepala. Kalau kita dekat dengan sumber energi yang mengeluarkan sumber energi, otomatis kita teradiasi. Menjadi pola gerak, pola pikir, pola bicara," ungkapnya.
Untuk mewujudkan karya keris yang memiliki nilai estetika dibutuhkan waktu yang cukup lama. Proses pembuatan satu keris, mulai pasir besi sampai jadi keris dibutuhkan waktu selama 6 bulan.
Lantas kenapa keris bisa beratraksi sedemikian rupa? Pentolan Paguyuban Condro Aji Nusantara ini menjelaskan, bahwa energi keris berasal dari metalurginya. Disana terkolaborasi antara besi dan baja sebagai konduktor, penghantar arus listrik, pamor trioksida - titanium dan nikel klorida. Bahan-bahan itulah yang menjadi sumber energi sehingga keris mengelurakan radiasi.
"Sedangkan manusia punya sensor motorik, dari pangkal ekor sampai pangkal kepala. Kalau kita dekat dengan sumber energi yang mengeluarkan sumber energi, otomatis kita teradiasi. Menjadi pola gerak, pola pikir, pola bicara," ungkapnya.
Untuk mewujudkan karya keris yang memiliki nilai estetika dibutuhkan waktu yang cukup lama. Proses pembuatan satu keris, mulai pasir besi sampai jadi keris dibutuhkan waktu selama 6 bulan.
Lihat Juga :