Bagikan 15.500 Test Kit, Jabar Gelar Tes PCR Masif di Bodebek dan Bandung Raya
Sabtu, 09 Mei 2020 - 20:53 WIB
loading...
Petugas tengah memeriksa hasil tes PCR yang digelar di Kota Bandung, Sabtu (9/5/2020). Foto/Dok/Humas Pemprov Jabar
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memanfaatkan momentum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Provinsi Jabar untuk menggelar tes COVID-19 secara masif lewat metode polymerase chain reaction (PCR) atau swab test.
Sekretaris dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Daud Achmad mengatakan, pihaknya mengutamakan pelaksaan tes PCR di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) serta Bandung Raya sebagai zona merah persebaran COVID-19.
Menurut dia, pemberlakuan PSBB Provinsi Jabar akan efektif apabila disertai tes COVID-19 secara masif. Sebab, saat PSBB, pergerakan masyarakat menurun, sehingga potensi penularan COVID-19 pun lebih rendah.
"Kita distribusikan test kit PCR sekitar 15.500 dua zona merah tersebut. Kita minta kabupaten/kota untuk menghabiskan test kit tersebut dalam waktu satu minggu," ujar Daud, Sabtu (9/5/2020). (Baca juga; Pulang Kampung ke Tasikmalaya, Relawan RSPI Positif COVID-19 )
Daud menyatakan, tes PCR secara masif dilakukan guna mendapatkan peta persebaran COVID-19 yang komprehensif. Dengan begitu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar dapat memprediksi puncak kasus COVID-19 dan mengantisipasinya.
Sekretaris dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Daud Achmad mengatakan, pihaknya mengutamakan pelaksaan tes PCR di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) serta Bandung Raya sebagai zona merah persebaran COVID-19.
Menurut dia, pemberlakuan PSBB Provinsi Jabar akan efektif apabila disertai tes COVID-19 secara masif. Sebab, saat PSBB, pergerakan masyarakat menurun, sehingga potensi penularan COVID-19 pun lebih rendah.
"Kita distribusikan test kit PCR sekitar 15.500 dua zona merah tersebut. Kita minta kabupaten/kota untuk menghabiskan test kit tersebut dalam waktu satu minggu," ujar Daud, Sabtu (9/5/2020). (Baca juga; Pulang Kampung ke Tasikmalaya, Relawan RSPI Positif COVID-19 )
Daud menyatakan, tes PCR secara masif dilakukan guna mendapatkan peta persebaran COVID-19 yang komprehensif. Dengan begitu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar dapat memprediksi puncak kasus COVID-19 dan mengantisipasinya.
Lihat Juga :