Serpihan Semangat Ratusan Pandai Besi Berjuang di Tengah Pandemi COVID-19
Rabu, 11 November 2020 - 03:52 WIB
loading...
A
A
A
Meski telah lama berdiri, Syarial menuturkan baru setahun terakhir mereka membentuk kelompok IKM. Sebelumnya, para pandai besi hanya beraksi di masing-masing rumah mereka. Hingga akhirnya, kampung itu dijuluki kampung pandai besi .
"Ada tiga desa yang mayoritas masyarakatnya menjadi pandai besi . Selain Desa Teratak, ada juga Desa Simpang Petai dan Pulau Payung. Seluruhnya berada di Kecamatan Rumbio Jaya," urainya.
Selama ini, mereka memasarkan sendiri produk hasil pandai besi nya. Bahkan, mereka pernah mengirim hingga ke Kalimantan, Aceh, dan beberapa provinsi lainnya di Sumatera. Namun, pesanan tersebut tak menentu. (Baca juga: 10 Kontainer Mebel Jepara Siap Ekspor Ludes Terbakar, Kerugian Rp15 M )
Namun, di awal 2020, IKM RJS dilirik PTPN V . Perusahaan milik negara yang bergerak di bidang agroindustri perkebunan sawit dan karet dengan luas areal mencapai 78.000 hektare tersebut sepakat membeli alat-alat panen sawit dan karet senilai lebih dari Rp1,6 miliar.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan kontrak pertama yang dilaksanakan pada Februari 2020 lalu, atau sebulan sebelum Indonesia resmi menjadi salah satu yang terdampak pandemi. Kontrak pertama itu menjadi titik balik IKM RJS. Mereka kini terus berkembang saat sebagian besar dunia usaha diselimuti kebimbangan.
" PTPN V sangat membantu karena pesannya awal pandemi. Banyak orderan, kami jadi tertolong," timpal Desrico Apriyus, Kepala Pemasaran RJS.
![Serpihan Semangat Ratusan Pandai Besi Berjuang di Tengah Pandemi COVID-19]()
Dia mengatakan saat ini seluruh pandai besi di kampung itu, termasuk yang bekerja di sentra IKM RSJ tengah mengerjakan pesanan miliaran rupiah itu. Alhasil, warga di sana pun mendapatkan pendapatan tetap hingga lebih Rp6 juta/bulan. Angka itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di desa yang berlokasi persis di bibir Sungai Kampar tersebut.
Desrico mengatakan, selain membawa dampak langsung ke pendapatan warga, ternyata PTPN V juga turut mengangkat citra RJS. Desrico yang merupakan satu-satunya pengurus bergelar sarjana ekonomi itu mengatakan PTPN V tidak hanya sekedar membeli peralatan. Namun juga turut membantu mempromosikan produk-produk RJS hingga tingkat nasional.
"Di awal tahun ini, PTPN V mempromosikan langsung produk kami di depan Menteri Ketenagakerjaan, Ibu Ida Fauziah saat peringatan Bulan K3 di Pekanbaru. Lalu, belum lama ini kami juga diundang langsung untuk memperkenalkan produk kami di depan Ketua DPD RI Bapak La Nyalla Mattalitti," urainya.
Selain itu, Rico mengatakan PTPN V juga kerap memfasilitasi RJS untuk ikut dalam kegiatan pelatihan dan pameran. Dukungan itu membuat RJS semakin dikenal bahkan kini mulai kebanjiran pesanan. "Nama kami jadi dikenal dan sekarang ada lima perusahaan perkebunan lainnya yang juga telah memesan," kata dia.
"Ada tiga desa yang mayoritas masyarakatnya menjadi pandai besi . Selain Desa Teratak, ada juga Desa Simpang Petai dan Pulau Payung. Seluruhnya berada di Kecamatan Rumbio Jaya," urainya.
Selama ini, mereka memasarkan sendiri produk hasil pandai besi nya. Bahkan, mereka pernah mengirim hingga ke Kalimantan, Aceh, dan beberapa provinsi lainnya di Sumatera. Namun, pesanan tersebut tak menentu. (Baca juga: 10 Kontainer Mebel Jepara Siap Ekspor Ludes Terbakar, Kerugian Rp15 M )
Namun, di awal 2020, IKM RJS dilirik PTPN V . Perusahaan milik negara yang bergerak di bidang agroindustri perkebunan sawit dan karet dengan luas areal mencapai 78.000 hektare tersebut sepakat membeli alat-alat panen sawit dan karet senilai lebih dari Rp1,6 miliar.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan kontrak pertama yang dilaksanakan pada Februari 2020 lalu, atau sebulan sebelum Indonesia resmi menjadi salah satu yang terdampak pandemi. Kontrak pertama itu menjadi titik balik IKM RJS. Mereka kini terus berkembang saat sebagian besar dunia usaha diselimuti kebimbangan.
" PTPN V sangat membantu karena pesannya awal pandemi. Banyak orderan, kami jadi tertolong," timpal Desrico Apriyus, Kepala Pemasaran RJS.

Dia mengatakan saat ini seluruh pandai besi di kampung itu, termasuk yang bekerja di sentra IKM RSJ tengah mengerjakan pesanan miliaran rupiah itu. Alhasil, warga di sana pun mendapatkan pendapatan tetap hingga lebih Rp6 juta/bulan. Angka itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di desa yang berlokasi persis di bibir Sungai Kampar tersebut.
Desrico mengatakan, selain membawa dampak langsung ke pendapatan warga, ternyata PTPN V juga turut mengangkat citra RJS. Desrico yang merupakan satu-satunya pengurus bergelar sarjana ekonomi itu mengatakan PTPN V tidak hanya sekedar membeli peralatan. Namun juga turut membantu mempromosikan produk-produk RJS hingga tingkat nasional.
"Di awal tahun ini, PTPN V mempromosikan langsung produk kami di depan Menteri Ketenagakerjaan, Ibu Ida Fauziah saat peringatan Bulan K3 di Pekanbaru. Lalu, belum lama ini kami juga diundang langsung untuk memperkenalkan produk kami di depan Ketua DPD RI Bapak La Nyalla Mattalitti," urainya.
Selain itu, Rico mengatakan PTPN V juga kerap memfasilitasi RJS untuk ikut dalam kegiatan pelatihan dan pameran. Dukungan itu membuat RJS semakin dikenal bahkan kini mulai kebanjiran pesanan. "Nama kami jadi dikenal dan sekarang ada lima perusahaan perkebunan lainnya yang juga telah memesan," kata dia.
Lihat Juga :