Soal Pembelajaran Tatap Muka, Gubernur: Kita Tunggu Usulan dari Sekolah
Selasa, 10 November 2020 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, bila pihak Dinas Kesehatan, Disdik sudah begitu yakin dengan keadaan protokol kesehatan , maka pemprov Sulsel sendiri juga begitu yakin untuk memulai sekolah tatap muka.
“Kalau ini semua kita yakinkan bahwa protokol COVID dijalankan dengan baik, tentu saya akan setuju, tapi jangan tunggu dari kita untuk meminta sekolah untuk dibuka, tapi kesiapan sekolah masing-masing termasuk persetujuan orang tua. Artinya orang tua juga ikut mengawasi anaknya pergi sekolah dan pulang dia tidak kemana-mana,” jelasnya.
Baca juga: Masa Belajar di Rumah Diperpanjang Lagi karena Kasus COVID-19 Masih Fluktuatif
Meski demikian, sekolah tatap muka juga sudah dimulai di sejumlah daerah yang dianggap masuk zona hijau, seperti Toraja Utara dan Tanah Toraja. Olehnya itu, bagi daerah yang sudah dianggap aman dari penyebaran COVID-19, diharapkan agar tidak mempersulit, apalagi jika sudah memenuhi syarat.
“Sudah ada yang membuka kok, termasuk di Toraja. Jangan dibuat menjadi sulit. Yang tahu persis kondisi kita adalah kepala sekolahnya. Kalau kepala sekolahnya sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik, wajib cuci tangan, wajib pakai masker di sekolah, terus di sekolah juga diatur jarak mungkin kapasitas 50 persen dulu terus yang kedua 50 persen, kan bisa di atur seperti itu,” tutupnya.
“Kalau ini semua kita yakinkan bahwa protokol COVID dijalankan dengan baik, tentu saya akan setuju, tapi jangan tunggu dari kita untuk meminta sekolah untuk dibuka, tapi kesiapan sekolah masing-masing termasuk persetujuan orang tua. Artinya orang tua juga ikut mengawasi anaknya pergi sekolah dan pulang dia tidak kemana-mana,” jelasnya.
Baca juga: Masa Belajar di Rumah Diperpanjang Lagi karena Kasus COVID-19 Masih Fluktuatif
Meski demikian, sekolah tatap muka juga sudah dimulai di sejumlah daerah yang dianggap masuk zona hijau, seperti Toraja Utara dan Tanah Toraja. Olehnya itu, bagi daerah yang sudah dianggap aman dari penyebaran COVID-19, diharapkan agar tidak mempersulit, apalagi jika sudah memenuhi syarat.
“Sudah ada yang membuka kok, termasuk di Toraja. Jangan dibuat menjadi sulit. Yang tahu persis kondisi kita adalah kepala sekolahnya. Kalau kepala sekolahnya sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik, wajib cuci tangan, wajib pakai masker di sekolah, terus di sekolah juga diatur jarak mungkin kapasitas 50 persen dulu terus yang kedua 50 persen, kan bisa di atur seperti itu,” tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :