Biaya Operasional Tinggi, Mobil Ambulans Desa Enggan Angkut Pasien COVID-19
Selasa, 10 November 2020 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Padahal anggaran untuk itu posnya tidak ada, hanya bentuk penghargaan yang diberikan atas dedikasi sopir yang berani mengantar pasien COVID-19. (Baca juga: Kampanye Cegah COVID-19, NasDem Ajak Warga Jabar Rutin Gowes)
Dirinya menyarankan lebih baik membawa pasien COVID-19 dengan menggunakan ambulans milik Puskesmas atau milik Dinas Kesehatan KBB. (Baca juga: FGD Aliansi Kebangsaan Ingatkan Kembali Pentingnya Haluan Negara)
Selain SOP dan peruntukkannya untuk itu, penanganannya juga jadi lebih aman. Serta tidak mengganggu mobilitas ambulans desa yang terkadang dipakai untuk mengantar orang sakit, ibu hamil, dan lainnya.
"Kalau pakai ambulans Puskesmas atau Dinas Kesehatan lebih aman. Tapi kalau ambulans desa yang dipakai kan harus dibersihkan, gimana kalau ada kebutuhan mendesak mengantar yang sakit, ibu hamil, dan lainnya, kan kasihan kalau harus nunggu," tuturnya.
Dirinya menyarankan lebih baik membawa pasien COVID-19 dengan menggunakan ambulans milik Puskesmas atau milik Dinas Kesehatan KBB. (Baca juga: FGD Aliansi Kebangsaan Ingatkan Kembali Pentingnya Haluan Negara)
Selain SOP dan peruntukkannya untuk itu, penanganannya juga jadi lebih aman. Serta tidak mengganggu mobilitas ambulans desa yang terkadang dipakai untuk mengantar orang sakit, ibu hamil, dan lainnya.
"Kalau pakai ambulans Puskesmas atau Dinas Kesehatan lebih aman. Tapi kalau ambulans desa yang dipakai kan harus dibersihkan, gimana kalau ada kebutuhan mendesak mengantar yang sakit, ibu hamil, dan lainnya, kan kasihan kalau harus nunggu," tuturnya.
(boy)
Lihat Juga :