Sepanjang Tahun 2020, Ratusan Bencana Alam Terjadi di Sumsel
Senin, 09 November 2020 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk itu, sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana, kita melaksanakan apel kesiapsiagaan terpadu ini. Dengan kesiapan tersebut tentunya kita akan lebih akan siap dan lebih cepat untuk mengantisipasi kejadian maupun dampaknya baik kerusakan sarana prasarana maupun korban jiwa," katanya.
Sementara di bagian Timur, kata Deru, yang merupakan dataran rendah dan perairan seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Palembang mempunyai potensi terjadinya potensi banjir. (Baca juga: Awal November Enam Polres di Sumsel Nihil Ungkap Kasus Narkoba )
"Potensi banjir timbul akibat adanya luapan air sungai dan menimbulkan genangan yang dipengaruhi oleh musim hujan dan pasang air laut, abrasi pantai. Selain itu juga pada daerah yang lebih terbuka dapat terjadi angin puting beliung," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Iriansyah menambahkan, apel kesiapsiagaan terpadu dalam rangka antisipasi bencana alam di Sumsel tahun 2020 diikuti sebanyak 400 personel. "Dalam apel ini kita mensiapsiagakan personel sebanyak 400 orang dilengkapi dengan sarana prasarana yang ada. Ratusan personil yang disiapsiagakan ini terdiri dari masing-masing Dinas/Instansi terkait," jelasnya.
Menurutnya, apel tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dan kesiapan peralatan penanggulangan banjir dan tanah longsor. "Jadi upaya pencegahan dan kesiapsiagaan ini berupa penyiapan personil dan peralatan untuk memudahkan mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi bencana atau ke daerah rawan bencana," ucapnya.
Sementara di bagian Timur, kata Deru, yang merupakan dataran rendah dan perairan seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Palembang mempunyai potensi terjadinya potensi banjir. (Baca juga: Awal November Enam Polres di Sumsel Nihil Ungkap Kasus Narkoba )
"Potensi banjir timbul akibat adanya luapan air sungai dan menimbulkan genangan yang dipengaruhi oleh musim hujan dan pasang air laut, abrasi pantai. Selain itu juga pada daerah yang lebih terbuka dapat terjadi angin puting beliung," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Iriansyah menambahkan, apel kesiapsiagaan terpadu dalam rangka antisipasi bencana alam di Sumsel tahun 2020 diikuti sebanyak 400 personel. "Dalam apel ini kita mensiapsiagakan personel sebanyak 400 orang dilengkapi dengan sarana prasarana yang ada. Ratusan personil yang disiapsiagakan ini terdiri dari masing-masing Dinas/Instansi terkait," jelasnya.
Menurutnya, apel tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dan kesiapan peralatan penanggulangan banjir dan tanah longsor. "Jadi upaya pencegahan dan kesiapsiagaan ini berupa penyiapan personil dan peralatan untuk memudahkan mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi bencana atau ke daerah rawan bencana," ucapnya.
(don)
Lihat Juga :