Peringati Hari Pahlawan, Warga Solo Gelorakan Jaga Indonesia
Minggu, 08 November 2020 - 16:30 WIB
loading...
Ratusan warga Kota Solo, menggelorakan semangat menjaga Indonesia, saat memperingati Hari Pahlawan. Foto/iNews/Bramantyo
A
A
A
SOLO - Peringatan Hari Pahlawan , dimanfaatkan warga Kota Solo, untuk mendeklarasikan secara terbuka gerakan bersama yang mereka namakan J aga Indonesia . (Baca juga: Blusukan Bersama Gibran Dipersoalkan, Bawaslu Solo: Sudah Cuti )
Aksi yang diikuti sekitar 100 peserta, dengan mengenakan seragam serba hitam, serta membawa bendera merah putih. Gerakan Jaga Indonesia ini, mereka kumandangkan seantero negeri tepat di bawah patung Slamet Riyadi.
Inisiator Gerakan J aga Indonesia , Kusumo Putro menyampaikan, tujuan digelarnya peringatan Hari Pahlawan dan deklarasi J aga Indonesia , yakni kembali menggelorakan semangat dan persatuan untuk menjaga keutuhan negara dari segala gangguan, dan rongrongan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
"Saat ini para pendiri bangsa ini menangis melihat negeri yang didirikannya dengan tetesan darah dan air mata tercabik-cabik, karena ulah orang-orang tak beradab," teriak Kusumo, Minggu (8/11/2020). (Baca juga: Anggotanya Keroyok TNI, Ketua MPC PP Sumedang Tolak Sebut Identitas )
![Peringati Hari Pahlawan, Warga Solo Gelorakan Jaga Indonesia]()
Sebagai simbol perdamaian, puluhan burung merpati juga dilepas ke udara oleh peserta aksi yang masing-masing menggenakan topeng wajah para pahlawan sambil memegang bendera Merah Putih.
Aksi yang diikuti sekitar 100 peserta, dengan mengenakan seragam serba hitam, serta membawa bendera merah putih. Gerakan Jaga Indonesia ini, mereka kumandangkan seantero negeri tepat di bawah patung Slamet Riyadi.
Inisiator Gerakan J aga Indonesia , Kusumo Putro menyampaikan, tujuan digelarnya peringatan Hari Pahlawan dan deklarasi J aga Indonesia , yakni kembali menggelorakan semangat dan persatuan untuk menjaga keutuhan negara dari segala gangguan, dan rongrongan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
"Saat ini para pendiri bangsa ini menangis melihat negeri yang didirikannya dengan tetesan darah dan air mata tercabik-cabik, karena ulah orang-orang tak beradab," teriak Kusumo, Minggu (8/11/2020). (Baca juga: Anggotanya Keroyok TNI, Ketua MPC PP Sumedang Tolak Sebut Identitas )

Sebagai simbol perdamaian, puluhan burung merpati juga dilepas ke udara oleh peserta aksi yang masing-masing menggenakan topeng wajah para pahlawan sambil memegang bendera Merah Putih.
Lihat Juga :