Erwin Aksa Kembali Soroti Proyek APBD yang Mangkrak di Era DP

Jum'at, 06 November 2020 - 18:07 WIB
loading...
Erwin Aksa Kembali Soroti...
Ketua Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) Erwin Aksa. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Ketua Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) Erwin Aksa, kembali menyoroti kinerja mantan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto (DP), jelang debat kandidat Pilwalkot Makassar , Sabtu, (07/11/2020).

Erwin menyebut, Danny sebagai wali kota yang kebijakannya tidak berpihak ke masyarakat. Padahal, kebijakan itu menggunakan APBD Kota Makassar.

Baca Juga: Erwin Aksa dan NH Punya Komitmen Sama di Pilwalkot Makassar

“Lihat saja tempat pembuangan akhir (TPA) bintang lima, apartemen lorong, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batua, petepete smart, halte kapsul hingga tempat sampah gendang dua. Mana semua itu? Tidak ada kelihatan. Semuanya mangkrak! Tunjukkan saya proyek di era Danny yang tidak mangkrak,” tukas Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman ini, Jumat (6/11/2020).

Itu semua, sambung Erwin, karena Danny tidak cakap sebagai pemimpin. Saat menjabat wali kota, Danny dianggap tidak membangun kinerja birokrat yang baik. Tidak membangun sistem pendapatan daerah yang baik. Yang tujuannya untuk menyejahterakan warganya.

“Padahal Makassar ini pusat sentra ekonomi di Indonesia Timur. Tapi pertumbuhan ekonomi Makassar bukan karena peran pemerintahannya. Tapi peran pelaku-pelaku usahanya. Yang membangun di Makassar itu BUMN dan perusahaan swasta,” lanjut Erwin .

Jadi, lanjut Erwin, jika Danny mengklaim kemajuan ekonomi Makassar atas jasa dirinya, itu adalah halusinasi dan pembohongan publik. Kenyataanya, ulang Erwin , banyak program dan pembangunan di pemerintahan periode 2013-2018 yang mangkrak bahkan tidak terurus. Hanya pemborosan anggaran belaka.

"Karena programnya cenderung dibangun tanpa perhitungan yang matang dan pada akhirnya hanya terbengkalai," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Periksa Belasan Saksi Kasus Dugaan Politik Uang Pilwalkot Makassar

Apartemen Lorong-nya Danny juga tak luput dari kritik. Menurut Erwin, Apartemen Lorong tidak ada dalam kosakata dan istilah PUPR.

"Yang ada itu rusunawa atau rumah susun sewa. Atau rusunami atau rumah susun yang dimiliki. Program-program ini sudah banyak terjadi di beberapa kota dan berjalan sukses,” kata Erwin.

Ia mencontohkan, DKI Jakarta yang sudah membangun ribuan rusunawa. Bahkan sekarang rusunami dengan DP 0 persen. Tentunya, kata dia, masyarakat juga berharap bahwa di kota Makassar ada. Tetapi di era pemerintahan sebelumnya hanya angan-angan tanpa action.

“Ke depan, Pemerintah Kota Makassar sudah seharusnya memberi kelonggaran kepada investor, harus bisa memfasilitasi perizinan jangan dipersulit terutama di sektor industri. Dengan sistem begitu, perekonomian kota akan menggeliat, akan banyak serapan tenaga kerja. Karena angka pengangguran juga tinggi. Terlebih sejak pandemi Covid-19 menghantam tanah air,” sebut Ketua HIPMI 2008-2013 ini.

Soal tata kelola keuangan daerah pun, Erwin menganggap Danny gagal. Sebagai bukti, banyak kasus korupsi yang terjadi saat Danny wali kota.

Baca Juga: DPT Pilwalkot Makassar 2020 Berkurang Akibat Pandemi Covid-19

“Saya ingat, dulu bosnya Gojek (Nadim Makarim) pernah menawarkan bantuan kepada Pemkot Makassar terkait pengelolaan sistem keuangan daerah yang berbasis teknolosi. Oleh Danny bukannya diterima, malah Nadim yang diceramahi. Padahal pemimpin itu juga harus mau mendengar. Jangan cuma mau didengar,” demikian Erwin.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Tetapkan Munafri-Aliyah...
KPU Tetapkan Munafri-Aliyah sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Terpilih
Rela Hujan-hujanan di...
Rela Hujan-hujanan di Kampanye Akbar, Plt Sekjen Perindo Minta Kader All Out Menangkan MULIA
Puji Komitmen Perindo...
Puji Komitmen Perindo Kampanyekan Mulia, Aliyah Mustika Minta Warga Dukung Istri Mantan Wali Kota
Mantan Wali Kota IAS...
Mantan Wali Kota IAS Sebut Munafri Punya Kelebihan, Paling Layak Pimpin Makassar
Kampanyekan MULIA, Ketua...
Kampanyekan MULIA, Ketua DPW Partai Perindo Sulsel: Semua Syarat Kepemimpinan Ada di Paslon Nomor 1
PDIP Buka Pendaftaran...
PDIP Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar
Sekjen Perindo Optimistis...
Sekjen Perindo Optimistis Munafri-Aliyah Menang di Pilkada Makassar
Soal Potensi Kotak Kosong...
Soal Potensi Kotak Kosong di Pilkada 2024, KPU Ingatkan Pengalaman Pilwalkot Makassar
KPU Segera Tetapkan...
KPU Segera Tetapkan Pasangan Calon yang Terpilih di Pilkada Serentak
Rekomendasi
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved