Operasi Ketupat Jaya, 14.266 Kendaraan Mudik Diminta Putar Balik
Sabtu, 09 Mei 2020 - 08:27 WIB
loading...
Polisi mencegat pemudik yang sedang melintas di tol Cikampek dan menyuruh putar balik ke Jakarta. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Larangan mudik sudah diberlakukan oleh pemerintah untuk menekan angka penyebaran virus corona. Namun, masih banyak masyarakat yang mencoba melanggar.
Sebanyak 14.266 lebih kendaraan angkutan penumpang diminta putar balik selama masa Operasi Ketupat Jaya 2020. Hal itu karena kendaraan tersebut terindikasi ingin ke luar Jakarta. "Total ada 14.266 kendaraan yang kita kenakan sanksi dengan diminta putar balik arah selama 14 hari (24 April-7 Mei)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kemarin.
Dia mengatakan ribuan kendaraan itu berpotensi melakukan mudik lebaran, sehingga polisi selalu melarang mudik untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19). Sebagian besar kendaraan tersebut banyak melewati pos pengamanan (pospam) gerbang tol (GT) Cikarang Utama, Bekasi. Tercatat 4.757 kendaraan terjaring razia dan diminta memutar balik.
Pemudik juga melintas di pospam GT Bitung. Tercatat 3.600 dikenakan sanksi dengan memutar balik. "Terakhir di jalan-jalan arteri, hingga hari ke-14 ini ada 5.909 kendaraan yang diputarbalikkan," ujar Sambodo.
Kendaraan yang diputarbalikkan di jalan arteri selama 14 hari, lanjut Sembodo, sebanyak 2.349 kendaraan pribadi, 1.559 kendaraan umum, dan 2.001 sepeda motor. Masyarakat yang ngotot mudik ini hanya dikenakan sanksi memutar balik kendaraan. Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) hanya dikenakan terhadap travel gelap. "Karena travel gelap ada pelanggaran UU Lalulintas-nya," ujar Sambodo.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, upaya memaksa balik kendaraan yang disinyalir mudik juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, selama Operasi Ketupat 2020 hari ke-12 pada Selasa, (5/5/2020), Korlantas memutarbalikkan sekitar 2.000 kendaraan. "Kendaraan pribadi yang diputarbalik 1.008 unit, kendaraan umum 362 unit, dan sepeda motor 730 unit. Totalnya 2.100 kemarin," katanya.
Sebanyak 14.266 lebih kendaraan angkutan penumpang diminta putar balik selama masa Operasi Ketupat Jaya 2020. Hal itu karena kendaraan tersebut terindikasi ingin ke luar Jakarta. "Total ada 14.266 kendaraan yang kita kenakan sanksi dengan diminta putar balik arah selama 14 hari (24 April-7 Mei)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kemarin.
Dia mengatakan ribuan kendaraan itu berpotensi melakukan mudik lebaran, sehingga polisi selalu melarang mudik untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19). Sebagian besar kendaraan tersebut banyak melewati pos pengamanan (pospam) gerbang tol (GT) Cikarang Utama, Bekasi. Tercatat 4.757 kendaraan terjaring razia dan diminta memutar balik.
Pemudik juga melintas di pospam GT Bitung. Tercatat 3.600 dikenakan sanksi dengan memutar balik. "Terakhir di jalan-jalan arteri, hingga hari ke-14 ini ada 5.909 kendaraan yang diputarbalikkan," ujar Sambodo.
Kendaraan yang diputarbalikkan di jalan arteri selama 14 hari, lanjut Sembodo, sebanyak 2.349 kendaraan pribadi, 1.559 kendaraan umum, dan 2.001 sepeda motor. Masyarakat yang ngotot mudik ini hanya dikenakan sanksi memutar balik kendaraan. Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) hanya dikenakan terhadap travel gelap. "Karena travel gelap ada pelanggaran UU Lalulintas-nya," ujar Sambodo.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, upaya memaksa balik kendaraan yang disinyalir mudik juga dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, selama Operasi Ketupat 2020 hari ke-12 pada Selasa, (5/5/2020), Korlantas memutarbalikkan sekitar 2.000 kendaraan. "Kendaraan pribadi yang diputarbalik 1.008 unit, kendaraan umum 362 unit, dan sepeda motor 730 unit. Totalnya 2.100 kemarin," katanya.
Lihat Juga :