Cuaca Ekstrem Mengancam, Jabar Siaga I Bencana sejak November 2020 hingga Mei 2021

Rabu, 04 November 2020 - 13:54 WIB
loading...
A A A
"Sehingga kami menetapkan kesiagaan (siaga bencana) itu dari November (2020) sampai Mei (2021). Hampir setengah tahun, enam bulan ke depan," kata Ridwan Kamil seusai upacara.(Baca juga: Keran Umroh Dibuka, Kemenag KBB Minta Jamaah Patuhi Regulasi dan Prokes )

Menurut Gubernur yang akrab disapa Keng Emil ini, kesiapsiagaan yang dilakukan terhadap bencana hidrometrologi. Sebab BMKG menyampaikan musim hujan dimulai lebih awal mulai Oktober 2020. Ditambah potensi La Nina, kita Provinsi Jabar siaga dalam dua bulan 2020 ini dan empat (sampai) lima bulan ke depan pada 2021.

"Seperti kita tahu, potensi badai La Bina yang akan hadir membawa dampak kepada naiknya gelombang laut sehingga potensi tsunami, banjir dan lain-lain, harus disikapi dengan siaga satu," ujar Kang Emil.

Menurut Kang Emil, bencana alam hidrometeorologi, 60 persen dari seluruh Indonesia itu terjadi di Jabar. Sebab, Jabar memiliki jumlah sungai dan anak sungai terbanyak di Indonesia.

"Setiap tahun bencana di Jabar terjadi antara 1.000 sampai 2.000 kejadian pertahun. Kalau dibagi 365 hari dalam setahun, kebencanaan di Jabar itu bisa 3 sampai 4 kali sehari," tutur Gubernur
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Rekomendasi
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Infografis
Riwayat Banjir Besar...
Riwayat Banjir Besar di DKI Jakarta Sejak 1918 Hingga 2020
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved