BWA Resmikan Wakaf Sarana Air Bersih di Lereng Gunung Slamet
Minggu, 01 November 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
“Kami juga menyediakan bak penampung dengan kapasitas 25 ribu liter yang berfungsi sebagai bak pembagi air ke pesantren dan ke pemukiman warga,” ungkapnya saat peresmian Wakaf Sarana Air Bersih Sabtu, (31/10/2020).
Tepatnya, pada 27 Maret 2019 lalu, Tim BWA melakukan tes geolistrik di sekitar Pesantren At-Tholibiyah dibantu tim geolistrik dari CV. Budi Semarang.
“Alhamdulillah setelah hampir seharian melakukan Tes Geolistrik didapatkan titik yang potensial dilakukan pengeboran. Ada lapisan akuifer di kedalaman 65 meter hingga 120 meter yang potensial untuk dilakukan pengeboran,” paparnya.
Namun, rencana diubah mengingat biaya listrik bulanan akan sangat mahal untuk menarik air ke atas sehingga BWA mencarikan sumber mata air dan dilakukan pipanisasi sepanjang 8,5 KM.
Ustadz Ichsan mengatakan, proyek akhirat pembuatan pipanisasi ini tidaklah mudah, karena medan yang dilalui cukup sulit. Namun demikian, tim BWA tidak pernah putus asa, hingga akhirnya tim menemukan titik sumber air dan menyalurkannya melalui pipa sepanjang 8.5 km.
“Jika para wakif melihat proses dan jalur pipanisasi, insya Allah akan takjub melihat medan yang sulit, curam, namum para relawan dan pekerja begitu semangat untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini,” kisahnya.
Tepatnya, pada 27 Maret 2019 lalu, Tim BWA melakukan tes geolistrik di sekitar Pesantren At-Tholibiyah dibantu tim geolistrik dari CV. Budi Semarang.
“Alhamdulillah setelah hampir seharian melakukan Tes Geolistrik didapatkan titik yang potensial dilakukan pengeboran. Ada lapisan akuifer di kedalaman 65 meter hingga 120 meter yang potensial untuk dilakukan pengeboran,” paparnya.
Namun, rencana diubah mengingat biaya listrik bulanan akan sangat mahal untuk menarik air ke atas sehingga BWA mencarikan sumber mata air dan dilakukan pipanisasi sepanjang 8,5 KM.
Ustadz Ichsan mengatakan, proyek akhirat pembuatan pipanisasi ini tidaklah mudah, karena medan yang dilalui cukup sulit. Namun demikian, tim BWA tidak pernah putus asa, hingga akhirnya tim menemukan titik sumber air dan menyalurkannya melalui pipa sepanjang 8.5 km.
“Jika para wakif melihat proses dan jalur pipanisasi, insya Allah akan takjub melihat medan yang sulit, curam, namum para relawan dan pekerja begitu semangat untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini,” kisahnya.
Lihat Juga :