Sukseskan Aksi Gencar, Ayo Isolasi Serentak pada 1-10 November
Minggu, 01 November 2020 - 09:35 WIB
loading...
Dalam rangka memutus mata rantai covid-19 di Aceh, Pemerintah Provinsi Aceh mengajak seluruh masyarakat yang punya gejala dan kontak erat dengan suspect Corona untuk isolasi mandiri
A
A
A
BANDA ACEH - Dalam rangka memutus mata rantai covid-19 di Aceh, Pemerintah Provinsi Aceh mengajak seluruh masyarakat yang punya gejala dan kontak erat dengan suspect Corona untuk melakukan isolasi mandiri secara serentak sejak tanggal 1 hingga 10 November 2020.
Dalam Gerakan Tenaga Kesehatan Aceh Cegah Covid-19 (Gencar), serta dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-56, pemerintah Aceh mengajak masyarakat dan tenaga kesehatan berbagi peran, sama-sama menjaga agar Covid-19 tidak menyebar.
"Masyarakat harus melaporkan diri kepada petugas apabila mengalami demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas, hilang pembauan dan ispa berat kepada Satgas Covid-19 di gampong atau kepada petugas kesehatan dipuskesmas terdekat," kata Sekda Aceh dr. Taqwallah dalam keterangan yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Sabtu 31/10.
Iswanto mengatakan, tenaga Kesehatan juga harus memantau warga yang bergejala, memberikan pendampingan kepada mereka dan melakukan pelacakan kontak erat serta memberikan konsultasi melalui tele sehat atau langsung.
"Semua aksi bersama ini dibuat agar kita sama-sama bisa melindungi 38 ribu lebih tenaga kesehatan dan 5,2 juta penduduk Aceh dari covid-19," kata Iswanto.
Dalam Gerakan Tenaga Kesehatan Aceh Cegah Covid-19 (Gencar), serta dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-56, pemerintah Aceh mengajak masyarakat dan tenaga kesehatan berbagi peran, sama-sama menjaga agar Covid-19 tidak menyebar.
"Masyarakat harus melaporkan diri kepada petugas apabila mengalami demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas, hilang pembauan dan ispa berat kepada Satgas Covid-19 di gampong atau kepada petugas kesehatan dipuskesmas terdekat," kata Sekda Aceh dr. Taqwallah dalam keterangan yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Sabtu 31/10.
Iswanto mengatakan, tenaga Kesehatan juga harus memantau warga yang bergejala, memberikan pendampingan kepada mereka dan melakukan pelacakan kontak erat serta memberikan konsultasi melalui tele sehat atau langsung.
"Semua aksi bersama ini dibuat agar kita sama-sama bisa melindungi 38 ribu lebih tenaga kesehatan dan 5,2 juta penduduk Aceh dari covid-19," kata Iswanto.
Lihat Juga :