Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
Jum'at, 08 Mei 2020 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Pada Triwulan I tahun 2020, LU Industri Pengolahan tercatat tumbuh sebesar 6,21 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan Triwulan IV tahun 2019 sebesar 4,19 persen (yoy).
Pertumbuhan LU ini didorong oleh meningkatnya industri pulp and paper yang terlihat dari subsektor LU Industri kayu dan barang dari kayu serta industri kertas dan barang dari kertas yang tumbuh tinggi masing-masing sebesar 11,43 persen (yoy) dan 16,57 persen (yoy).
"Hal ini didorong oleh permintaan atas komoditas kertas terutama kertas tissue yang berasal dari Tiongkok yang disebabkan oleh adanya penyebaran wabah COVID-19. Sementara LU Pertambangan dan Penggalian tumbuh terbatas sebesar 3,15 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 7,57 persen (yoy)," ungkap Hari.
Menurutnya, tumbuh terbatasnya LU ini disebabkan oleh adanya penurunan harga batubara global tahunan karena menurunnya permintaan akibat adanya kebijakan lockdown di beberapa negara yang menutup industri sementara.
"Kebijakan lockdown tersebut diperkirakan juga akan meningkatkan konsumsi listrik yang berpotensi mendorong kenaikan harga batubara di akhir tahun 2020. Di sisi lain, LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tercatat tumbuh dibandingkan triwulan sebelumnya yang disebabkan oleh masuknya musim panen beras dan tanaman hortikultura dan kenaikan kinerja industri kertas dan barang dari kertas serta industri kayu dan barang dari kayu," ungkapnya.
Pertumbuhan LU ini didorong oleh meningkatnya industri pulp and paper yang terlihat dari subsektor LU Industri kayu dan barang dari kayu serta industri kertas dan barang dari kertas yang tumbuh tinggi masing-masing sebesar 11,43 persen (yoy) dan 16,57 persen (yoy).
"Hal ini didorong oleh permintaan atas komoditas kertas terutama kertas tissue yang berasal dari Tiongkok yang disebabkan oleh adanya penyebaran wabah COVID-19. Sementara LU Pertambangan dan Penggalian tumbuh terbatas sebesar 3,15 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 7,57 persen (yoy)," ungkap Hari.
Menurutnya, tumbuh terbatasnya LU ini disebabkan oleh adanya penurunan harga batubara global tahunan karena menurunnya permintaan akibat adanya kebijakan lockdown di beberapa negara yang menutup industri sementara.
"Kebijakan lockdown tersebut diperkirakan juga akan meningkatkan konsumsi listrik yang berpotensi mendorong kenaikan harga batubara di akhir tahun 2020. Di sisi lain, LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tercatat tumbuh dibandingkan triwulan sebelumnya yang disebabkan oleh masuknya musim panen beras dan tanaman hortikultura dan kenaikan kinerja industri kertas dan barang dari kertas serta industri kayu dan barang dari kayu," ungkapnya.
(don)
Lihat Juga :