Anggotanya Hajar Intel Kodim Saat Touring Motor Gede, HOG SBC Minta Maaf
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Epriyanto memastikan, HOG SBC menghormati proses hukum yang tengah dijalani dua anggotanya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Polres Bukit Tinggi.
Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu agenda rutin HOG SBC adalah touring. Insiden penganiayaan itu, kata Apriyanto, terjadi di tengah agenda touring rute Bandung-Sabang-Medan yang diikuti 21 anggota. (Baca juga: Lewat Aplikasi Grab, Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami )
"Jadi, ini kebetulan ada kegiatan touring dari Bandung, Sabang, dan Medan. Tidak ada yang pakai joki. Total ada 21 orang. 16 anggota yang mengendarai motor, sisanya nunggu di hotel (motornya di-towing). Berangkat Senin (26/10/2020) pagi sampai dengan 8 November," jelas Apriyanto.
Namun, agenda itu terpaksa dibatalkan di tengah jalan setelah insiden terjadi. Semua anggota kembali ke Bandung menggunakan pesawat terbang, sedangkan kendaraan yang digunakan anggotanya akan diantarkan menggunakan jasa towing. "Untuk agenda, kami menghormati proses hukum, menghormati korban, kita memutuskan balik ke Bandung," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu agenda rutin HOG SBC adalah touring. Insiden penganiayaan itu, kata Apriyanto, terjadi di tengah agenda touring rute Bandung-Sabang-Medan yang diikuti 21 anggota. (Baca juga: Lewat Aplikasi Grab, Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami )
"Jadi, ini kebetulan ada kegiatan touring dari Bandung, Sabang, dan Medan. Tidak ada yang pakai joki. Total ada 21 orang. 16 anggota yang mengendarai motor, sisanya nunggu di hotel (motornya di-towing). Berangkat Senin (26/10/2020) pagi sampai dengan 8 November," jelas Apriyanto.
Namun, agenda itu terpaksa dibatalkan di tengah jalan setelah insiden terjadi. Semua anggota kembali ke Bandung menggunakan pesawat terbang, sedangkan kendaraan yang digunakan anggotanya akan diantarkan menggunakan jasa towing. "Untuk agenda, kami menghormati proses hukum, menghormati korban, kita memutuskan balik ke Bandung," ujarnya.
Lihat Juga :