Pjs Gubernur Fatoni Sosialisasikan Gerakan Sulut Bermasker
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 14:59 WIB
loading...
Agus Fatoni saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kotamobagu sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah yang digelar di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Kamis (29/10/2020). Foto SINDOnews
A
A
A
KOTAMOBAGU - Gerakan Sulawesi Utara (Sulut) bermasker terus digaungkan Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni. Bahkan penggunaan masker, menurut Fatoni dalam waktu dekat ini, Pemprov Sulut bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota akan melaunching Gerakan Sulut Bermasker (GSB).
Hal ini sejalan dengan imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang juga telah menyarankan penggunaan masker saat berada di luar rumah guna mencegah penularan Covid-19. Gerakan ini dimaksudkan agar penerapan protokol kesehatan bisa dilaksanakan oleh masyarakat khususnya dalam bermasker.
“Masker itu bukan hanya dibagi tapi diterima dan digunakan agar bisa jadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Agus Fatoni saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kotamobagu sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah yang digelar di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Kamis (29/10/2020).(Baca: Gerakan Sulut Sejuta Masker Dilakukan Secara Masif dan Serentak )
Kegiatan ini dihadiri juga jajaran Forkopimda, Walikota Kotamobagu Tatong Bara, Pjs Bolaang Mongondow Selatan Praseno Hadi, Pjs Bupati Bolaang Mongondow Timur Christiano Talumepa, Kakanwil Kemenag Sulut Anwar Abubakar, para pejabat di lingkup Pemprov Sulut, dan Ketua Umum PHBI Sulut Syahrul Poli.
Fatoni mengapresiasi jajaran Pemkot Kotamobagu yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan protokol kesehatan Covid-19. “Apresiasi kepada walikota dan jajaran yang telah mempersiapkan acara ini dengan menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya
Fatoni mengajak seluruh masyarakat Kotamobagu untuk selalu bersyukur dalam kondisi apapun, termasuk dalam pandemi saat ini karena masih dapat bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (Baca: Kapolda Sulut Sosialisasi Tata Cara Penggunaan Jalan Tol Manado Bitung )
Ia menyampaikan bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, sesuai data bahwa di Sulut masih ada masyarakat yang tidak percaya dengan adanya Covid-19 dan juga ada yang percaya bahwa dirinya tidak akan tertular Covid-19 dan juga belum tahu kapan Covid ini akan berakhir.
Hal ini sejalan dengan imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yang juga telah menyarankan penggunaan masker saat berada di luar rumah guna mencegah penularan Covid-19. Gerakan ini dimaksudkan agar penerapan protokol kesehatan bisa dilaksanakan oleh masyarakat khususnya dalam bermasker.
“Masker itu bukan hanya dibagi tapi diterima dan digunakan agar bisa jadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Agus Fatoni saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kotamobagu sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah yang digelar di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Kamis (29/10/2020).(Baca: Gerakan Sulut Sejuta Masker Dilakukan Secara Masif dan Serentak )
Kegiatan ini dihadiri juga jajaran Forkopimda, Walikota Kotamobagu Tatong Bara, Pjs Bolaang Mongondow Selatan Praseno Hadi, Pjs Bupati Bolaang Mongondow Timur Christiano Talumepa, Kakanwil Kemenag Sulut Anwar Abubakar, para pejabat di lingkup Pemprov Sulut, dan Ketua Umum PHBI Sulut Syahrul Poli.
Fatoni mengapresiasi jajaran Pemkot Kotamobagu yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan protokol kesehatan Covid-19. “Apresiasi kepada walikota dan jajaran yang telah mempersiapkan acara ini dengan menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya
Fatoni mengajak seluruh masyarakat Kotamobagu untuk selalu bersyukur dalam kondisi apapun, termasuk dalam pandemi saat ini karena masih dapat bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (Baca: Kapolda Sulut Sosialisasi Tata Cara Penggunaan Jalan Tol Manado Bitung )
Ia menyampaikan bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, sesuai data bahwa di Sulut masih ada masyarakat yang tidak percaya dengan adanya Covid-19 dan juga ada yang percaya bahwa dirinya tidak akan tertular Covid-19 dan juga belum tahu kapan Covid ini akan berakhir.
Lihat Juga :