Pasar Tradisi Tahunan Peringatan Maulid Nabi Dibubarkan Polisi
Rabu, 28 Oktober 2020 - 10:34 WIB
loading...
Beginilah suasana pasar tradisi tahunan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Niaga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dipadati warga sebelum dibubarkan Polres Mojokerto pada Selasa (27/10/2020) malam. (Foto/Inews TV/Sholahudin)
A
A
A
MOJOKERTO - Pasar tradisi tahunan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Niaga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dibubarkan Polres Mojokerto pada Selasa (27/10/2020) malam.
Polisi terpaksa membubarkan pasar tradisi tahunan ini karena dipenuhi ribuan pengunjung dan berjubel tak mempedulikan protokol kesehatan.
Petugas kepolisian langsung membubarkan para pedagang pasar yang berjualan di pinggir-pinggir jalan. Selain itu polisi juga mematikan lampu para pedagang agar segera meninggalkan lokasi.
BACA JUGA: Satgas Minta Pemda Pastikan Perayaan Maulid Nabi Patuh Protokol Kesehatan
Sementara agar para pedagang dan pembeli tidak kembali lagi, petugas kepolisian juga menutup akses jalan kedua arah.
Pembubaran dilakukan karena tradisi pasar tahunan malam Maulid Nabi Muhammad SAW dipenuhi ribuan pembeli dan mengabaikan protokol kesehatan.
Para pembeli dan pedagang saling berdesakan dan sebagian tidak menjaga jarak sehingga rawan terjadi penularan virus COVID-19.
Polisi terpaksa membubarkan pasar tradisi tahunan ini karena dipenuhi ribuan pengunjung dan berjubel tak mempedulikan protokol kesehatan.
Petugas kepolisian langsung membubarkan para pedagang pasar yang berjualan di pinggir-pinggir jalan. Selain itu polisi juga mematikan lampu para pedagang agar segera meninggalkan lokasi.
BACA JUGA: Satgas Minta Pemda Pastikan Perayaan Maulid Nabi Patuh Protokol Kesehatan
Sementara agar para pedagang dan pembeli tidak kembali lagi, petugas kepolisian juga menutup akses jalan kedua arah.
Pembubaran dilakukan karena tradisi pasar tahunan malam Maulid Nabi Muhammad SAW dipenuhi ribuan pembeli dan mengabaikan protokol kesehatan.
Para pembeli dan pedagang saling berdesakan dan sebagian tidak menjaga jarak sehingga rawan terjadi penularan virus COVID-19.
Lihat Juga :