43 Rumah Rusak dan 3 Warga Jabar Terluka Akibat Gempa Pangandaran

loading...
43 Rumah Rusak dan 3 Warga Jabar Terluka Akibat Gempa Pangandaran
Salah satu rumah warga di Kota Tasikmalaya yang rusak parah akibat guncangan gempa Pangandaran. Foto/SINDOnews/Dok
BANDUNG - Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, tercatat sebanyak 43 rumah rusak dengan kategori ringan, sedang, dan berat tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.

Ke-43 rumah rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 5,9 berkedalaman 10 km di dasar laut dan berpusat di 90 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran pada Minggu 25 Oktober 2020 Pukul 07.56 WIB. (BACA JUGA:Pascatuai Kecaman Netizen, Ade Londok Akhirnya Minta Maaf)

“Dari data tercatat kerusakan di sektor perumahan di KabupatenCiamis, Garut, Pangandaran, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, dan Banjar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Pusdatinfokom) Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima SINDO Media, Senin (26/10/2020). (BACA JUGA:Hujan Deras Guyur Sukabumi, 6 Rumah Warga dan 1 Musala Terkena Longsor)

Berikut ini rincian sementara kerusakan di sektor permukiman yang teridentifikasi, 22 rumah rusak ringan, 2 sedang, dan 1 rusak berat di Kabupaten Ciamis. (BACA JUGA:Hujan Sedang dan Ringan Diramalkan Masih Guyur Bandung Raya, Awas Banjir)



Kemudian, 1 rumah rusak berat di Kabupaten Garut; 4 rusak ringan dan 2 rusak sedang di Kabupaten Pangandaran. Di Kabupaten Tasikmalaya, Sebanyak 7 unit rumah rusak ringan.

"Sedangkan di Kota Tasikmalaya, satu rusak sedang dan dua rusak ringan. Rumah rusak dengan kategori sedang di Kota Banjar sejumlah 1 unit," ujar Raditya Jati.

Di samping kerusakan, tutur Kapusdatininfokom Kebencaaan BNPB, gempa Pangandaran juga mengakibatkan korban luka. BPBD Provinsi Jawa Barat mengidentifikasi tiga korban luka ringan.



"Mereka adalah dua warga di Kabupaten Ciamis dan satu warga Kota Tasikmalaya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan darurat," tutur Kapusdatin.

Raditya Jati mengungkapkan, pascagempa yang terjadi pada pagi tadi, BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan memantau kondisi terkini di wilayah kabupaten dan kota terdampak.

BPBD kabupaten dan kota juga masih melakukan penilaian dampak pascagempa. Di samping itu, BPBD mengimbau kepada warga masyarakat untuk selalu waspada dan siaga di lokasi serta potensi ancaman bahaya lain, khususnya terkait dengan intensitas hujan dan pandemi COVID-19.

BPBD terus memantau laporan dampak dari beberapa kecamatan, sedangkan BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat serta memantau kondisi dari masing-masing kabupaten terdampak.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top