Hasil Rapid Test Positif, Pasar Simo dan Simo Gunung Tutup 14 Hari
Jum'at, 08 Mei 2020 - 03:59 WIB
loading...
Hasil rapid test ada pedagang positif COVID-19, Pasar Simo dan Simo Gunung tutup 14 hari. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Pasar tradisional kembali menjadi kawasan yang rawan penularan COVID-19. Dua pasar yakni Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung akhirnya ditutup selama 14 hari ke depan setelah hasil Rapid Test para pedagang menunjukan reaktif.
Keputusan itu diambil setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Dinas Sosial, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah, PD Pasar Surya, Camat Sawahan dan Camat Sukomanunggal memperoleh hasil tes para pedagang.
Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan, tidak dioperasionalkannya dua pasar ini karena sebelumnya ada pedagang yang beraktifitas di dua pasar ini berdasarkan hasil swab berstatus confirm positif COVID-19. Keputusan tidak dioperasionalkannya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung diberlakukan mulai 7 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan.
“Tadi mulai pukul 12.00 WIB dua pasar ini mulai tidak dioperasionalkan,” kata Agus Hebi, Kamis (7/5/2020).
Menurut dia, sebelumnya ada dua pedagang yang berstatus positif covid-19 dan sudah meninggal dunia. Langkah tidak dioperasionalkannya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung adalah untuk mencegah penyebaran virus tersebut. “Sesuai protokol, langkah ini yang harus kami lakukan,” ujar dia.
Keputusan itu diambil setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Dinas Sosial, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah, PD Pasar Surya, Camat Sawahan dan Camat Sukomanunggal memperoleh hasil tes para pedagang.
Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan, tidak dioperasionalkannya dua pasar ini karena sebelumnya ada pedagang yang beraktifitas di dua pasar ini berdasarkan hasil swab berstatus confirm positif COVID-19. Keputusan tidak dioperasionalkannya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung diberlakukan mulai 7 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan.
“Tadi mulai pukul 12.00 WIB dua pasar ini mulai tidak dioperasionalkan,” kata Agus Hebi, Kamis (7/5/2020).
Menurut dia, sebelumnya ada dua pedagang yang berstatus positif covid-19 dan sudah meninggal dunia. Langkah tidak dioperasionalkannya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung adalah untuk mencegah penyebaran virus tersebut. “Sesuai protokol, langkah ini yang harus kami lakukan,” ujar dia.
Lihat Juga :