Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, 4 Pasar Ternak di Sumbar Ditutup
Kamis, 19 Mei 2022 - 22:41 WIB
loading...
Empat pasar ternak di Sumatera Barat ditutup selama 14 hari akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi. Foto/Ist
A
A
A
PADANG - Empat pasar ternak di Sumatera Barat ditutup selama 14 hari akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi. Kepala Dinas Perternakan Sumatera Barat, Erinaldi menyatakan hal itu saat penutupan pasar ternak Cubadak, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (19/5/2022)
"Dari kasus di Sumatera Barat telah ditemukan di delapan kabupaten dan kota. Kita bersyukur sapi yang terkontaminasi saat ini sudah menunjukan kemajuan sehat setelah dilakukan penangganan tim kesehatan hewan Sumbar," ungkapnya, Kamis (19/5/2022).
Baca juga: Kapolri Dukung Upaya Kementan Tangani Wabah PMK
Menurut Erinaldi, sesuai dengan edaran gubernur melalui dinas peternakan menutup empat pasar ternak regional di Sumbar.
"Empar pasar ternak ditutup itu adalah pasar ternak Palangki Sijunjung, Muaro Paneh Solok, Payakumbuh dan Cubadak Limo Kaum Batusangkar sebagai tindakan preventif untuk memutus mata rantai penyebaran PMK," ungkapnya.
Erinaldi juga mengatakan, selain penutupan pasar selama 2 minggu, juga menurunkan tim penyuluh dari tenaga ahli dari dinas peternakan turun ke lapangan untuk mendata sapi yang terkena dampak serta juga memberikan informasi pencerahan dan wawasan masyarakat.
Dia menyatakan, saat ini sedang melakukan Inovasi Travel Bubble Sapi (Trabas) yakni sebuah cara untuk mencegah penyebaran virus PMK.
"Dari kasus di Sumatera Barat telah ditemukan di delapan kabupaten dan kota. Kita bersyukur sapi yang terkontaminasi saat ini sudah menunjukan kemajuan sehat setelah dilakukan penangganan tim kesehatan hewan Sumbar," ungkapnya, Kamis (19/5/2022).
Baca juga: Kapolri Dukung Upaya Kementan Tangani Wabah PMK
Menurut Erinaldi, sesuai dengan edaran gubernur melalui dinas peternakan menutup empat pasar ternak regional di Sumbar.
"Empar pasar ternak ditutup itu adalah pasar ternak Palangki Sijunjung, Muaro Paneh Solok, Payakumbuh dan Cubadak Limo Kaum Batusangkar sebagai tindakan preventif untuk memutus mata rantai penyebaran PMK," ungkapnya.
Erinaldi juga mengatakan, selain penutupan pasar selama 2 minggu, juga menurunkan tim penyuluh dari tenaga ahli dari dinas peternakan turun ke lapangan untuk mendata sapi yang terkena dampak serta juga memberikan informasi pencerahan dan wawasan masyarakat.
Dia menyatakan, saat ini sedang melakukan Inovasi Travel Bubble Sapi (Trabas) yakni sebuah cara untuk mencegah penyebaran virus PMK.
Lihat Juga :