Jabar Terima 100.000 Flocked Swab HS-19 Karya Universitas Indonesia
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya mengapresiasi bantuan tersebut karena alat ini murni merupakan karya inovatif anak negeri dimana kandungan komponen flocked swab ini hampir 100 persen produk lokal Indonesia. Hal ini pun sesuai dengan lima prinsip penanggulangan COVID-19 di Jabar, yakni proaktif, ilmiah, transparan, inovatif, dan kolaboratif.
Divisi KLBS sendiri, kata Arifin, membawahi Sub Divisi Kerja Sama yang memiliki delapan kemitraan, di antaranya terkait pengadaan dan penyaluran bantuan pangan non tunai, pemanfaatan teknologi untuk penanganan COVID-19 . "Tiga jenis kerja sama lainnya sedang dalam tahap penjajakan," sebutnya.
Arifin juga mengatakan, bantuan dari UI ini sejalan dengan semangat Jabar dalam perang melawan COVID-19, yakni mengutamakan kemandirian dan menghargai upaya-upaya sendiri tanpa mengandalkan bantuan pihak luar negeri.
"Pemda Provinsi Jabar bangga ada universitas di Depok, Jabar berhasil memproduksi alat medis yang penting. Flocked swab buatan dalam negeri berangkat dari kelangkaan alat ini dalam upaya 3T (tracing, testing, treatment)," katanya. (Baca: Jangan Timbulkan Ketakutan, Yakinkan Anak Pandemi COVID-19 Pasti Berlalu)
Untuk diketahui, World Health Organization (WHO) merekomendasikan semua negara melakukan 3T dengan metode PCR karena hasilnya lebih akurat dibandingkan rapid test (RDT). Jabar pun kini sudah mulai meninggalkan rapid test dan intens dengan uji usap.
Divisi KLBS sendiri, kata Arifin, membawahi Sub Divisi Kerja Sama yang memiliki delapan kemitraan, di antaranya terkait pengadaan dan penyaluran bantuan pangan non tunai, pemanfaatan teknologi untuk penanganan COVID-19 . "Tiga jenis kerja sama lainnya sedang dalam tahap penjajakan," sebutnya.
Arifin juga mengatakan, bantuan dari UI ini sejalan dengan semangat Jabar dalam perang melawan COVID-19, yakni mengutamakan kemandirian dan menghargai upaya-upaya sendiri tanpa mengandalkan bantuan pihak luar negeri.
"Pemda Provinsi Jabar bangga ada universitas di Depok, Jabar berhasil memproduksi alat medis yang penting. Flocked swab buatan dalam negeri berangkat dari kelangkaan alat ini dalam upaya 3T (tracing, testing, treatment)," katanya. (Baca: Jangan Timbulkan Ketakutan, Yakinkan Anak Pandemi COVID-19 Pasti Berlalu)
Untuk diketahui, World Health Organization (WHO) merekomendasikan semua negara melakukan 3T dengan metode PCR karena hasilnya lebih akurat dibandingkan rapid test (RDT). Jabar pun kini sudah mulai meninggalkan rapid test dan intens dengan uji usap.
Lihat Juga :