Cerita Masyhur Jalan Braga dan Noni-noni Cantik yang Melegenda
Senin, 26 Oktober 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Ridwan mengakui, meski dengan sumber referensi yang sangat terbatas, julukan Kota Kembang juga memiliki makna harfiah yang sebenarnya. Julukan Kota Kembang disebut-sebut karena keberadaan Toko Kembang yang juga berada di Jalan Braga bernama Bloemenhandel Abundatia, milik tuan G.J. Boom. Toko Kembang Abundatia paling top di Bandung saat itu.
Setiap hari, Toko Kembang Abundatia harus menyediakan dan mengirim bunga mawar dan anggrek yang masih segar lewat kereta api atau pesawat terbang untuk menghiasi Istana Gubernur Jenderal Hindia-Belanda di Weltevreden (Gambir) Batavia.
Untuk memenuhi kebutuhannya, Toko Kembang Abundatia menanam bunga seluas 6 bahu (ukuran tanah jaman dulu) di Boumanlaan (sekarang Jalan Kidang Pananjung-Dago). Tugas mengirim bunga ke istana dilakukan oleh Toko Kembang Abundatia dengan setia dari tahun 1925 hingga tahun 1941.
Apapun asal-usul julukan Kota Kembang serta makna ambiguitas yang menyelimutinya, Bandung dan Jalan Braga sebagai ikon legendarisnya tetap menjadi daya tarik bagi warga Bandung dan pelancong hingga kini.
Menginjakan kaki di Jalan Braga saat ini serasa bernostalgia ke masa lampau di mana jejeran bangunan bergaya artdeco peninggalan zaman kolonial masih tampak megah di kiri kanan jalan. Keberadan kafe, restoran, hingga toko beragam benda seni yang juga melegenda di kawasan Jalan Braga, termasuk deretan penjual lukisan di Jalan Braga menjadi daya tarik lainnya.
Tak ayal, kawasan Jalan Braga pun menjadi spot favorit, khususnya bagi muda mudi menghabiskan waktu memadu kasih atau sekedar berfoto dan menikmati suasana romantis dengan kongkow di kafe atau duduk di bangku-bangku yang berjejer di sepanjang bahu jalan.
Sumber:
- Haryoto Kunto, Wajah Bandoeng Tempo Doeloe
- komunitasaleut.com
- Wikipedia
Setiap hari, Toko Kembang Abundatia harus menyediakan dan mengirim bunga mawar dan anggrek yang masih segar lewat kereta api atau pesawat terbang untuk menghiasi Istana Gubernur Jenderal Hindia-Belanda di Weltevreden (Gambir) Batavia.
Untuk memenuhi kebutuhannya, Toko Kembang Abundatia menanam bunga seluas 6 bahu (ukuran tanah jaman dulu) di Boumanlaan (sekarang Jalan Kidang Pananjung-Dago). Tugas mengirim bunga ke istana dilakukan oleh Toko Kembang Abundatia dengan setia dari tahun 1925 hingga tahun 1941.
Apapun asal-usul julukan Kota Kembang serta makna ambiguitas yang menyelimutinya, Bandung dan Jalan Braga sebagai ikon legendarisnya tetap menjadi daya tarik bagi warga Bandung dan pelancong hingga kini.
Menginjakan kaki di Jalan Braga saat ini serasa bernostalgia ke masa lampau di mana jejeran bangunan bergaya artdeco peninggalan zaman kolonial masih tampak megah di kiri kanan jalan. Keberadan kafe, restoran, hingga toko beragam benda seni yang juga melegenda di kawasan Jalan Braga, termasuk deretan penjual lukisan di Jalan Braga menjadi daya tarik lainnya.
Tak ayal, kawasan Jalan Braga pun menjadi spot favorit, khususnya bagi muda mudi menghabiskan waktu memadu kasih atau sekedar berfoto dan menikmati suasana romantis dengan kongkow di kafe atau duduk di bangku-bangku yang berjejer di sepanjang bahu jalan.
Sumber:
- Haryoto Kunto, Wajah Bandoeng Tempo Doeloe
- komunitasaleut.com
- Wikipedia
(shf)
Lihat Juga :