Pantau Kesejahteraan Warga Dengan Big Data
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:01 WIB
loading...
Cawali Kota Surabaya Eri Cahyadi
A
A
A
SURABAYA - Meneruskan kebaikan merupakan jargon Calon Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Bersama Armudji, dia bertekad melanjutkan program pemkot saat ini. Namun, tak sekedar mengekor pendahulunya yaitu Tri Rismaharini. Kandidat yang diusung PDIP itu juga merancang sejumlah inovasi.
Terobosan baru itu disampaikan Eri di depan alumni ITS Manyar, Minggu (25/10/2020). Dia menjelaskan, filosofi meneruskan kebaikan. Yaitu melanjutkan program kerja yang sudah berjalan optimal. Serta menciptakan program kerja baru. Ada tujuh program yang sudah dirancang. Tiga diantaranya menarik perhatian. Pertama yaitu membuat sentralisasi data. "Saya akan membuat big data," ucapnya.
(Baca juga: 7 Santri Positif COVID-19, Transmisi Lokal di Ponpes Blitar Terus Terjadi )
Big data itu berisi beraneka ragam data. Mulai data tingkat pendidikan, kesehatan, hingga kemiskinan. Nantinya, dengan data tersebut menjadi rujukan ketika mengambil kebijakan.Dia mencontohkan data kemiskinan. Dengan big data, pemkot akan mengetahui pergerakan angka masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Sehingga yang belum bekerja langsung bisa ditangani," terangnya.
Pertumbuhan ekonomi juga terpantau. Pemkot akan mengatahui berapa PAD yang dihasilkan. "Sehingga bisa menjadi rujukan pembangunan tahun depan," ucap Alumnus ITS itu. Kedua yakni pengembangan potensi kota. Menurut Eri, Surabaya memiliki daya yang bisa diunggulkan. Salah satunya wisata.
(Baca juga: Jelang Lengser, Ini Curhatan Risma Selama Jadi Wali Kota Surabaya )
Dia mencontohkan Sentra Ikan Bulak (SIB). Tempat itu bisa menjadi pusat perdagangan ikan segar. Kawasan religius Ampel juga bisa dimaksimalkan. Untuk pengembangan wisata berbasis agama.
Terobosan baru itu disampaikan Eri di depan alumni ITS Manyar, Minggu (25/10/2020). Dia menjelaskan, filosofi meneruskan kebaikan. Yaitu melanjutkan program kerja yang sudah berjalan optimal. Serta menciptakan program kerja baru. Ada tujuh program yang sudah dirancang. Tiga diantaranya menarik perhatian. Pertama yaitu membuat sentralisasi data. "Saya akan membuat big data," ucapnya.
(Baca juga: 7 Santri Positif COVID-19, Transmisi Lokal di Ponpes Blitar Terus Terjadi )
Big data itu berisi beraneka ragam data. Mulai data tingkat pendidikan, kesehatan, hingga kemiskinan. Nantinya, dengan data tersebut menjadi rujukan ketika mengambil kebijakan.Dia mencontohkan data kemiskinan. Dengan big data, pemkot akan mengetahui pergerakan angka masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Sehingga yang belum bekerja langsung bisa ditangani," terangnya.
Pertumbuhan ekonomi juga terpantau. Pemkot akan mengatahui berapa PAD yang dihasilkan. "Sehingga bisa menjadi rujukan pembangunan tahun depan," ucap Alumnus ITS itu. Kedua yakni pengembangan potensi kota. Menurut Eri, Surabaya memiliki daya yang bisa diunggulkan. Salah satunya wisata.
(Baca juga: Jelang Lengser, Ini Curhatan Risma Selama Jadi Wali Kota Surabaya )
Dia mencontohkan Sentra Ikan Bulak (SIB). Tempat itu bisa menjadi pusat perdagangan ikan segar. Kawasan religius Ampel juga bisa dimaksimalkan. Untuk pengembangan wisata berbasis agama.
Lihat Juga :